Jo Kwon 2AM PeDe Pakai Sepatu Hak Tinggi Sehari-hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Buat para penggemar K-Pop angkatan lama pasti tahu sosok dengan sosok Jo Kwon. Penyanyi kelahiran tahun 1989 ini debut sebagai anggota dari boyband 2AM pada 11 Juli 2008 silam.

Pada Juli lalu, Jo Kwon sempat menjadi perbincangan publik lantaran mengakui bahwa dirinya seorang genderless (tanpa gender) atau netral. Yups, selama ini Jo Kwon memang diketahui kerap tampil dengan menggunakan high heels.

Gak cuma di atas panggung, di kehidupan sehari-harinya Jo Kwon juga kerap memakai sepatu hak tinggi. Postingan Instagram yang diunggah pada Selasa 22 Juni 2021 juga menjadi sorotan.

Jo Kwon melalui Instagram-nya, memposting foto dari kunjungannya ke desainer sepatu Leeon Kim. Mengenakan pakaian serba hitam, Jo Kwon telah menarik perhatian untuk sepatu bot coklat dengan haknya yang tinggi. Dia menulis dalam keterangannya, “Dia suka sepatu dan buku.”

 

Jo Kwon beberapa kali terlihat mengenakan sepatu hak tinggi. Sementara sebelumnya ia terlihat hanya mengenakan sepatu hak tinggi di atas panggung, Jo Kwon kini telah menunjukkan betapa ia mencintai sepatu hak tinggi bahkan untuk penampilannya sehari-hari.

Jo Kwon adalah salah satu pria pertama di Korea yang dengan percaya diri mengenakan sepatu hak tinggi di depan umum. Terlepas dari penilaian publik yang agak negatif tentang pria yang mengenakan sepatu hak tinggi di Korea, Jo Kwon tidak berhenti untuk mengekspresikan dirinya yang sebenarnya, menjadi dirinya yang sebenarnya.

Beberapa komentar penggemar berbunyi, “Aku suka sepatu botnya,” “Jo Kwon, tahukah kamu bahwa kamu luar biasa?” “Dia adalah diva sejati,” dan banyak lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pidato Presiden Prabowo Bawa Arah Baru Ketahanan Energi ASEAN

Oleh: Satrya Dharma KusumaKonflik geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah telah menjadi alarm keras bagibanyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara. Ketidakstabilan global tidak lagihanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga mulai mengancam rantai pasokenergi dan pangan dunia. Dalam situasi itulah, Indonesia tampil mengambil peransentral di ASEAN melalui sikap dan gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian KTT BIMP-EAGA dan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan perubahan penting dalam orientasi diplomasiIndonesia. Ketahanan energi tidak lagi dipandang sebagai isu teknokratis jangkapanjang, melainkan persoalan strategis yang mendesak dan berkaitan langsungdengan stabilitas kawasan. Presiden menilai tekanan geopolitik global telahmenciptakan risiko nyata terhadap keamanan energi ASEAN sehingga kawasan tidakbisa lagi bergantung pada pola lama yang reaktif dan parsial.Dalam forum BIMP-EAGA, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN sebenarnyamemiliki modal besar untuk menjadi pusat energi bersih dunia. Kawasan Asia Tenggara memiliki sumber daya alam melimpah mulai dari tenaga air, energi surya, hingga energiangin yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Namun menurutnya, tantanganterbesar bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan keberanian politiknegara-negara ASEAN untuk bergerak lebih cepat dan lebih terintegrasi.Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia mulai memosisikan dirisebagai penggerak utama transisi energi kawasan. Indonesia tidak sekadarmengingatkan ancaman krisis energi akibat konflik global, tetapi juga menawarkan arahsolusi konkret melalui pembangunan energi terbarukan lintas negara.Presiden Prabowo bahkan menyoroti pentingnya percepatan proyek-proyek strategisregional seperti pengembangan tenaga air di Kalimantan, ekspansi energi surya, sertapemanfaatan energi angin di wilayah pesisir ASEAN. Di saat bersamaan, Indonesia memperlihatkan keseriusannya dengan mempercepat pembangunan pembangkittenaga surya berskala besar hingga mencapai target 100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini