Jennie BLACKPINK Berada di Puncak Reputasi Merek Periode Agustus

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Institut Penelitian Bisnis Korea Selatan merilis peringkat reputasi merek bulan Agustus untuk masing-masing anggota girlband. Jennie BLACKPINK berhasil menempati urutan puncak reputasi merek periode ini.

Peringkat ini ditentukan melalui analisis partisipasi konsumen, liputan media, komunikasi, dan indeks kesadaran masyarakat dari 540 anggota girl grup, dengan menggunakan data besar yang dikumpulkan dari 22 Juli hingga 22 Agustus.

Jennie BLACKPINK naik ke daftar teratas periode Agustus dengan indeks reputasi merek 3.746.842, menandai kenaikan skornya sebesar 3,68 persen sejak Juli. Frase peringkat tinggi dalam analisis kata kuncinya termasuk “SOLO,” “peringatan kelima,” dan “G-Dragon.”

Sementara istilah terkait dengan peringkat tertinggi termasuk “congratulate,” “alluring,” dan “surpass.” Analisis positif-negatif Jennie mengungkapkan skor reaksi positif sebesar 73,84 persen.

Sementara rekan satu grupnya, Jisoo BLACKPINK naik ke peringkat kedua dengan indeks reputasi merek sebesar 2.775.397, menandai peningkatan skornya 31,92 persen sejak bulan lalu.

Di urutan ketiga ada nama Joy Red Velvet dengan indeks reputasi merek 2.572.534 untuk Agustus. Melansir Soompi, Minggu, 22 Agustus 2021, berikut urutan peringkat reputasi merek Agustus untuk kategori girlband.

  1. BLACKPINK’s Jennie
  2. BLACKPINK’s Jisoo
  3. Red Velvet’s Joy
  4. aespa’s Karina
  5. Red Velvet’s Irene
  6. aespa’s Winter
  7. Red Velvet’s Wendy
  8. Girls’ Generation’s Taeyeon
  9. Girls’ Generation’s YoonA
  10. MAMAMOO’s Solar
  11. aespa’s Giselle
  12. BLACKPINK’s Rosé
  13. Red Velvet’s Yeri
  14. Oh My Girl’s Arin
  15. Brave Girls’ Yujeong
  16. TWICE’s Nayeon
  17. Red Velvet’s Seulgi
  18. TWICE’s Jeongyeon
  19. Girls’ Generation’s Sooyoung
  20. Apink’s Son Naeun
  21. TWICE’s Mina
  22. Girls’ Generation’s Hyoyeon
  23. Girls’ Generation’s Yuri
  24. LOONA’s Chuu
  25. aespa’s Ningning
  26. Brave Girls’ Yuna
  27. Girl’s Day’s Hyeri
  28. Girls’ Generation’s Seohyun
  29. Oh My Girl’s YooA
  30. MAMAMOO’s Hwasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini