Jelang Tamat, Song Joong Ki, Jeon Yeo Bin, dan Ok Taecyeon Sapa Penonton Setia ‘Vincenzo’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjelang tamat, para aktor utama drama ‘Vincenzo’ menyampaikan rasa terima kasih kepada penonton setia mereka. Mereka juga meminta penggemar untuk menantikan aksi mereka sampai akhir.

Malam ini, Sabtu 1 Mei 2021, drama Vincenzo memasuki episode 19. Sementara itu, episode terakhir atau 20 akan tayang besok, 2 Mei 2021.

Dilansir dari Sport Chosun, Song Joong Ki, Jeon Yeo Bin, dan Ok Taecyeon berterima kasih kepada penonton yang telah menyaksikan drama ‘Vincenzo’. Ketiga pemain tersebut pun juga merasa bahagia drama mereka dapat banyak cinta dari penggemar.

Song Joong Ki yang berperan sebagai Vincenzo mengatakan, “Saya syuting setiap adegan dengan berpikir, bahwa saya tidak ingin drama ini berakhir, tetapi saya sudah menyelesaikan syuting sampai episode terakhir.”

“Seperti sebuah drama, saya pribadi memulai syuting drama ini dengan pikiran yang aneh, tetapi pada akhirnya, saya sangat mencintai drama ini. Jika tanpa cinta & dukungan pemirsa, saya pasti tidak akan merasakan kebahagiaan ini.
Semoga pemirsa memberikan banyak dukungan sampai episode terakhir,” lanjutnya.

“Saya juga berharap Vincenzo menjadi inspirasi dalam keseharian kalian yang melelahkan. Terima kasih banyak.”

Jeon Yeo Bin yang berperan sebagai Hong Cha Young juga mengatakan hal yang serupa. Ia pun merasa bangga bisa terlibat dalam drama tersebut, apalagi seluruh pemain dan staf sudah seperti keluarga.

“Saya berterima kasih kepada semua pemirsa yang telah mendukung drama Vincenzo sejauh ini. Menurutku ini adalah kesempatan yang menarik & luar biasa untuk berperan sebagai Hong Cha Young,” kata Jeon Yeo Bin.

“Itu merupakan saat dimana saya memperoleh energi yang baik karena semua ada orang bekerja dengan tulus.
Saya sangat berharap energi ini akan tetap bersama pemirsa,” lanjutnya.

Tak lupa ia mengingatkan penonton setia ‘Vincenzo’ untuk menyaksikan episode terakhir mereka. Ia mengatakan, “Nantikan penampilan Dark Heroes Vincenzo Cassano, Hong Chayoung, dan Geumga Plaza Family, yang akan menangkap penjahat hingga akhir.✊”

Sementara itu, Ok Taecyeon yang berperan sebagai Jung Jun Woo yang jahat mengungkapkan hal berbeda. Ia mengku mendapat banyak hal, terutama soal keberhasilan dari drama Vincenzo.

“Saya banyak belajar saat syuting Vincenzo. Saya menyadari betapa kerasnya para senior dan staf yang bekerja untuk membuat drama ini berhasil,” kata dia.

Pria yang berperan sebagai tokoh antagonis itu pun mengaku tak akan melupakan momen-momen ketika syuting Vincenzo. Ia pun berterima kasih kepada penggemar yang sudah setia menonton drama tvN itu sampai akhir.

“Selain itu, saya tidak akan pernah melupakan waktu selama 8 bulan yang telah saya habiskan dengan mereka semua. Terima kasih banyak untuk pemirsa yang menonton dan menyukai drama ini. Dan Tetap awasi Jun Woo sampai akhir ya,” tukasnya.

Jangan lupa untuk menonton episode 19 dan 20 yang akan ditayangkan masing-masing pada tanggal 1 dan 2 Mei 2021 pukul 21.00 KST atau 19.00 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini