Jangan Percaya Obat yang Bisa Bikin Mr.P Besar dan Panjang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pertanyaan terkait apakah ukuran alat kelamin pria dapat diperbesar menjadi hal yang masih simpang siur. Namun, secara medis, tidak ada alat atau obat yang mampu memperbesar alat kelamin pria.

Salah satu faktor yang memengaruhi ukuran alat kelamin pria adalah faktor genetik atau keturunan dan tidak dapat diubah. Selain itu, hormone testosterone dalam tubuh juga punya andil dalam memengaruhi pertumbuhan.

Para dokter amat menyayangkan beredar iklan di tengah masyarakat yang mengobral janji bahwa dapat membesarkan ukuran penis, alat kelamin pria.

Produk-produk dalam iklan tersebut tentu menyesatkan, pasalnnya obat atau alat tersebut hanya memberi tekanan agar membuat penis membesar, namun hanya untuk sementara waktu dan akan kembali ke ukuran semula.

Untuk kasus khusus seperti mikro penis (ukurannya di bawah 7,5 cm saat ereksi), memang bisa dilakukan operasi. Tapi, biasanya hal itu dilakukan saat masih bayi. Dokter bisa mengetahui apakah bayi tersebut memiliki mikro penis saat lahir.

Profesor Micahel O’Leary, ahli bedah urologi dari Harvard Medical School, mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ukuran penis.

Jaringan otot, saraf dan pembuluh darah pada penis tidak seperti pada anggota tubuh lainnya yang dapat dilatih untuk diperbesar.

Untuk itu, jangan terbuai janji manis iklan-iklan yang beredar di masyarakat, karena ukuran penis tidak akan pernah mengalami perubahan.

Reporter: Shafira Annisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini