Jangan Malas, Ini Doa saat WFH Biar Gak Mageran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemberlakukan PPKM yang tengah digalakan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 membuat beberapa aktivitas kembali dibatasi. Salah satunya ialah bekerja.

Beberapa perusahaan diminta untuk kembali menerapkan work from home atau kerja dari rumah selama masa pemberlakuan PPKM. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tak menimbulkan cluster baru, khususnya di aera perkantoran.

Meski demikian, bekerja di rumah memiliki suasana yang berbeda. Kamu cenderung lebih santai dan malas-malasan, bukan?

Untuk itu, kamu perlu mencari tahu kiat-kiat khusus agar lebih rajin dan bersemangat saat bekerja di rumah. Salah satu caranya ia membaca doa.

Allah SWT Maha membolak-balikan hati manusia. Agar semangat kerja kamu gak berubah, yuk baca doa ini saat WFH biar tetap rajin dan anti mager.

Doa saat kerja di rumah:

Allahumma inni a‘udzubika minal kasali wa a‘udzubika minal jubni wa a‘udzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini