Mantap! 80 Persen Rakyat Indonesia Senang atas Pelarangan FPI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menko Bidang Polhukam Mahfud MD menyebut, sebanyak 80 persen rakyat Indonesia mendukung langkah pemerintah melakukan pembubaran atau pelarangan terhadap Front Pembela Islam (FPI).

Mahfud berkata, angka 80 persen itu berdasarkan data yang faktual. Ia menyebut, sudah lama masyarakat menginginkan FPI untuk segera dibubarkan.

“Justru banyak yang ingin ini (FPI) dibubarkan. Senang kalau ini dibubarkan,” kata Mahfud, seperti dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa 12 Januari 2021.

Menurut Mahfud, masyarakat berbondong-bondong menyampaikan dukungan pelarangan FPI di media sosial. Sehingga, ia menepis anggapan pemerintah kalah dengan organisasi preman.

Kemudian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berkata, pihaknya melakukan survei resmi terlebih dahulu sebelum melakukan pelarangan terhadap FPI.

“Sebelum kita nyatakan de jure sudah bubar dan melarang kegiatan, itu kita sudah punya survei. Ini survei resmi ya, pemerintah punya,” ujar Mahfud.

Kemudian, hasil survei itulah yang menjadi dasar diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) pelarangan FPI pada 30 Desember 2020 lalu.

“Lebih dari 80 persen itu, memang minta itu dibubarkan, mendukung pemerintah mengambil tindakan tegas,” kata Mahfud.

Ada juga survei lainnya di luar pemerintah yang disebut Mahfud, menjadi faktor pendukung. Bahkan, dalam survei ini, 92 persen rakyat Indonesia mendukung langkah pemerintah melarang FPI.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini