Jangan Keliru. Ini Bedanya Manfaat Jus dengan Smoothies

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tentu kamu pernah dong menikmati minuman buah yang diblender bersama air dan es batu. Hmm, nyegerin banget ya. Nah, yang kamu minum itu jus atau smoothies sih?

Serupa tapi tak sama. Itulah hubungannya jus dengan smoothies. Banyak orang yang masih keliru dengan dua minuman tersebut.

Padahal mereka memilki perbedaan loh. Baik dari kelebihan hingga kekurangannya masing-masing. Dikutip dari Chatelaine, jus merupakan cairan yang diekstrak dari buah atau sayur ketika mereka ditekan di mesin pembuat jus.

Sedangkan smoothies merupakan buah utuh yang diblender, namun seringkali terbuat dari buah-buahan yang tidak dibuat jus, seperti pisang, madu dan yoghurt.

Lebih mudahnya, hasil jus lebih cair dan smoothies lebih kental. Gak cuma berbeda dari segi tekstur, jus dan smoothies juga berbeda dari segi manfaat. Yuk simak perbedaan manfaat jus dan smoothies biar gak bingung lagi.

1. Kandungan Kalori

Jus dan smoothies memiliki manfaat berbeda salah satunya di kandungan kalori. Jus buah pada umumnya lebih rendah kalori dibandingkan smoothies.

Sebab, jus pada dasarnya hanya mengambil cairan ekstrak dari buah atau sayur dan hanya ditambahkan dengan sedikit air dan gula.

Sedangkan smoothies yang memblender buah seutuhnya biasanya ditambahkan komponen lain yang lebih banyak dari jus, seperti susu, madu ataupun yoghrut. Dengan demikian kandungan kalori di smoothies jadi lebih banyak.

2. Kandungan Protein

Karena jus hanya terbuat dari cairan ekstrak buah atau sayur, kandungan protein yang ada didalamnya jadi lebih sedikit. Protein biasanya dihasilkan dari seseutu yang lebih kompleks, dan hal ini dimenangkan oleh smoothies.

Smoothies terbuat dari buah utuh dan komponen tambahan yang lebih banyak dari jus. Adanya kandungan susu dalam smoothies membuat kandungan proteinnya jadi lebih banyak.

Oleh karena itu, jika kamu mencari minuman dengan kandungan protein yang tinggi, smoothies bisa jadi opsi minumanmu saat pagi hari.

3. Kandungan Serat

Dikutip dari Haelathline, jus memiliki kandungan serat yang sedikit ketimbang smoothies. Walaupun, pada dasarnya kamu hanya akan mendapatkan serat yang maksimal jika kamu mengkonsumsi buah atau sayur secara utuh.

Namun, jika dibandingkan smoothies memiliki kandungan serat yang lebih banyak dari jus. Sebab, dari kompenen yang ditambahkan pada smoothies tak hanya buah dan susu. Tapi juga ada kacangan-kacangan dan biji-bijian yang menambah kandungan serat itu sendiri.

Meski demikian, kandungan vitamin dan mineral tetap dimenangkan oleh jus karena untuk mendapatkan cairan ekstrak itu perlu buah dan sayur yang cukup banyak.

4. Penyerapan dalam Tubuh

Jika ingin dibandingkan proses penyerapan dalam tubuh antara jus dan smoothies, maka jus bisa dibilang lebih cepat ketimbang smoothies. Hal ini dikarenakan tekstur jus yang lebih cair, sedangkan smoothies cenderung lebih kental.

Jus lebih cepat diserap oleh tubuh sehingga mudah menghasilkan energi. Jika kamu memerlukan minuman yang bisa memberi energi secara instan dan cepat, kamu bisa memilih jus sebagai opsi minumanmu di pagi hari.

5. Lebih Mengenyangkan

Mana yang lebih mengenyangkan saat dikonsumsi? Jus ataukah smoothies? Jika dilihat dari tekstur, tentu smoothies akan membuat lebih cepat kenyang ketimbang jus.

Serat dalam smoothies bikin kamu jadi cepat kenyang dan proteinnya yang terkandung membuat rasa kenyangnya jadi lebih lama. Bahkan smoothies juga bisa menjaga gula darah mu loh.

Nah, sudah paham kan beda antara jus dan smoothies, baik dari segi pengolahan, tekstur hingga manfaat. Jadi, jangan keliru lagi ya gaes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini