Jamie Dornan Klarifikasi Alasannya Ngaku Bukan Tipe Pemeran ‘Fifty Shades of Grey’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Pemeran utama dari film ‘Fifty Shades of Grey’, Jamie Dornan, baru aja mengungkapkan sesuatu mengenai aktingnya. Ternyata ia bukanlah tipe pemeran sejenis Christian Grey lho.

Mengutip dari The Telegraph, Jamie mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah tipe pemeran seperti itu. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pun gak gugup jika harus berperan seperti dalam film ‘Fifty Shades of Grey’ selama masa kariernya.

“Pada saat itu, saya ditanya apakah saya takut menjadi tipe peran – seperti apa? Sebagai miliarder pecinta BDSM? Saya pikir itu hanya satu kali,” katanya.

Namun ia menjelaskan bahwa gak ada satu pun peran baru yang mirip seperti perannya sebagai Christian Grey. Bahkan ia mengaku udah hampir gak pernah pakai jas sejak saat itu.

Ternyata saat Jamie Dornan berperan dalam film ‘Fifty Shades of Grey’ menggunakan jasa stuntman lho. Ia memutuskan menggunakan jasa tersebut dalam adegan seksualnya yang gak memperlihatkan wajahnya.

Perlu diketahui, ‘Fifty Shades of Grey’ merupakan film adaptasi dari trilogi novel karya E. L. James dengan judul yang sama. Film ini menceritakan seorang pria kaya raya yang jatuh hati pada seorang gadis muda nan polos.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini