Jadwal Program Acara KorSel Minggu Ini yang Dibatalkan untuk Siaran Olimpiade 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Jadwal siaran beberapa program acara Korea Selatan mengalami penyesuaian karena adanya Olimpiade Tokyo 2020. Stasiun penyiaran terus menyesuaikan program reguler untuk menyiarkan liputan Olimpiade.

Beberapa stasiun kabel yang tidak menyiarkan olimpiade juga mengganti program reguler dengan siaran khusus sementara perhatian difokuskan pada acara internasional. Berikut beberapa perubahan jadwal minggu ini:

Berikut beberapa perubahan jadwal minggu ini:

2 Agustus 2021 – Drama hari kerja “Be My Dream Family” di KBS1 dan “Red Shoes” di KBS2 melanjutkan istirahat panjang mereka, sementara “Amor Fati” di SBS memulai istirahat selama seminggu. Drama SBS “Racket Boys” dan variety show KBS2 “Paik Class” juga tidak akan tayang minggu ini.

3 Agustus 2021 – “Be My Dream Family” KBS1, “Red Shoes” KBS2, dan “Amor Fati” SBS sekali lagi tidak tayang. “At Work Today” MBC dibatalkan untuk minggu kedua berturut-turut, dan “The Show” SBS MTV akan menayangkan sorotan masa lalu alih-alih siaran langsung.

4 Agustus 2021 – Drama MBC “On the Verge of Insanity” dan variety show SBS “Shooting Stars” tidak akan tayang untuk minggu kedua, dan “Red Shoes” KBS2, “Amor Fati” SBS, dan “Show Champion” MBC M juga melanjutkan pembatalan.

Acara variety MBC “Radio Star” mengambil jeda, sementara “You Quiz on the Block” tvN akan menayangkan sorotan dari siaran sebelumnya alih-alih episode baru. 4 Agustus adalah hari libur terakhir untuk KBS1 “Be My Dream Family.”

5 Agustus 2021 – MBC “On the Verge of Insanity”, “Red Shoes” KBS2, dan “Amor Fati” SBS sekali lagi tidak ditayangkan.

6 Agustus 2021 – “Music Bank” dan “Red Shoes” KBS2 bersama dengan “Amor Fati” SBS melanjutkan istirahat mereka dengan 6 Agustus sebagai hari libur terakhir mereka.

7 Agustus 2021 – MBC “Music Core” dan “How Do You Play?” off-air untuk minggu ketiga dan terakhir. “Immortal Songs” dan “Revolutionary Sisters” KBS2 mungkin ditayangkan atau tidak tergantung pada hasil pertandingan.

8 Agustus 2021 – “Master in the House” SBS tidak akan ditayangkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini