Ivan Gunawan Tepis Bonekanya Berarwah: Itu Bukan Anak Setan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Desainer Ivan Gunawan kembali jadi perbincangan hangat. Belum lama ini, Ivan lagi-lagi menepis soal isu buruk dua boneka yang ia adopsi.

Banyak yang menganggap boneka itu berisi arwah bahkan iblis. Dengan tegas, Ivan membantah bahwa kedua ‘anak’-nya bukanlah titisan setan.

“Anak saya bukan anak setan, nggak ada urusannya sama iblis, sama jin, dan segala macam,” ujar Ivan.

Tak hanya itu, Ivan juga geram jika kedua ‘anak’ adopsinya disebut boneka. Salah satunya terbukti saat ia diwawancara langsung dengan Boy William.

“It’s a doll, it’s a doll, it’ a baby,” kata Ivan.

Kedua ‘anak’ itu diberi nama Miracle Putra Gunawan dan Marvelous Putra Gunawan. Miracle lahir pada tanggal 16 Desember 2021, sedangkan Marvel 23 Desember 2021.

Ivan Gunawan mendapatkan boneka tersebut dari sahabatnya, Ruben Onsu. Kedua bonekanya dibuat di Rusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini