Isolasi Hari Ketujuh, Begini Kondisi Tyas Mirasih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tyas Mirasih sudah tujuh hari menjalani isolasi mandiri di rumah karena Covid-19. Dia mengabarkan kondisinya mulai membaik.

Via Instagram, Tyas mengabarkan kondisinya setelah tujuh hari menjalani isolasi mandiri. Dia menyebut sudah menjalani tes antigen dan hasilnya negatif. Tapi, dia akan terus menjalani isolasi sambil melakukan tes PCR.

Tak lupa, wanita berusia 37 tahun itu bersyukur meskipun terpapar Covid-19, kondisinya tetap fit. Hanya indera penciuman yang belum kembali.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tyas Mirasih Soedjono (@tyasmirasih)

“Bersyukur atas hal kecil, hal besar, dan semua di antaranya. Alhamdulillah lagi dan lagi di isoman hari ke 7 aku masih tetep fit seperti kemarin-kemarin cuman tetap penciuman belum kembali normal,” tulis Tyas.

“Dan Alhamdulillah juga kemaren sore hasil swab antigen mandiri aku test 2 x hasilnya negatif tinggal tunggu swab pcr aku nanti mungkin di isoman hari ke 10-12,” katanya.

“Aku tetep melakukan isoman dengan rutinitas yang sama dan mengkonsumsi obat vitamin dll yang diperlukan,” ungkapnya.

Tyas turut memberikan semangat pada semua orang yang saat ini sedang berjuang sembuh dari Covid-19.

“Semangat yaa buat semua yang juga lagi berjuang. Selalu positive thinking biar kita semua cepet pulih kembali. Bisa cek highlight story aku ya buat tau apa yang aku lakukan dan konsumsi selama isoman ini,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini