Innalillahi, Istri WS Rendra, Ken Zuraida Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ken Zuraida, istri dari sastrawan WS Rendra, meninggal dunia. Almarhumah meninggal pada Senin 9 Agustus 2021 sekitar pukul 08.57 WIB.

Kabar duka ini disampaikan anak dari Rendra dan Ken, Maryam Supraba, di Instagram. Dia meminta maaf atas kesalahan ibunya yang disengaja atau tidak.

“Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia adik/kakak/ibu/eyang kami tercinta, Ibu Ken Zuraida binti Edi Suardi. Wafat pada hari Senin, pukul 8.57 di RS Antam Medika,” tulisnya di Insta Story.

“Mohon maaf atas segala kesalahan Almarhumah baik yang disengaja/tidak sengaja. Allahummagfirlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha.”

“Semoga amal ibadah Almarhumah diterima, diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang mulia di sini Allah SWT,” katanya.

Ken dikenal sangat aktif dalam bidang seni terutama teater sejak tahun 1960-an. Bukan hanya menjadi pemain, ia juga menjalani profesi sebagai sutradara dan produser teater.

Dia juga sempat membintangi beberapa film seperti ‘Lima’ dan ‘Riun’. Ken adalah istri ketiga WS Rendra dimana keduanya menikah pada 1976. Mereka dikaruniai dua anak, yakni Isaias Sadewa dan Maryam Supraba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini