Innalillahi, Ibunda Kartika Putri Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kartika Putri. Sang ibunda dinyatakan meninggal dunia usai terpapar Covid-19.

Masayu Puspita Diana Putri meninggal dunia pada Sabtu, 10 Juli 2021. Kabar duka itu disampaikan langsung oleh Kartika Putri lewat akun Instagramnya.

“Telah berpulang ibu kami tercinta, Masayu Puspita Diana Putri pada hari Sabtu 10 Juli 2021 pukul 2.30 WIB,” tulis Kartika, Sabtu 10 Juli 2021.

Ia pun memohon agar masyarakat bisa memaafkan kesalahan sang ibunda semasa hidup. Kartika juga meminta masyarakat bisa mendoakan sang bunda.

Ibunda Kartika Putri sempat masuk ICU usai kritis akibat Covid-19. Sang ibu pun sempat mengenakan ventilator sebelum meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini