Innalillahi, Ibu Kalina Oktarani Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka datang dari Kalina Oktarani. Sang bunda, Een Wardhania meninggal dunia.

Kabar duka itu dibagikan Kalina dalam postingannya di Instagram. Tidak disebutkan penyebab meninggalnya sang bunda.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia ibu, nenek kami, Een Wardhania pada tanggal 27 Maret 2022 pukul 23:38 WIB,” tulisnya.

Mantan istri Vicky Prasetyo itu minta agar semua kesalahan sang bunda semasa hidup dimaafkan.

“Atas nama keluarga, saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada ucapan dan tindakan ibunda saya yang tidak berkenan,” katanya.

Postingan Kalina langsung mendapat banyak ucapan belasungkawa di kolom komentar.

“Innalilahi Wainnailaihi Rojiun, turut bduka cita yang mendalam atas bpulangnya almarhumah mamah een wardhania semoga almarhumah di ampuni segala disa2nya n diberikan tempat yang damai di sisi-NYA, aamiin…yang kuat, ikhlas n tabah ya dear lingling @kalinaocktaranny,” tulis pedangdut Kristina.

“Turut berduka cita lin.. Allahumaghfirlaha warhamha wa’afiha wafuanha,” tulis Umi Pipik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini