Inilah Deretan Artis K-pop yang Bakal Comeback dan Debut November 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Tinggal menghitung hari lagi menuju bulan November nih! Kamu udah tau belum penyanyi-penyanyi K-pop yang bakal comeback November 2021 mendatang?

Melansir dari Koreaboo, terdaftar beberapa artis K-pop yang akan debut dan comeback pada November 2021. Meski masih ada yang belum ada pengumuman resminya, namun ada beberapa artis ternama yang berencana merilis musik baru bulan depan.

Berikut deretan artis K-pop yang akan debut dan comeback November 2021:

1. 1 November: 2AM (Comeback)

2AM berencana akan merilis mini album keempat mereka dengan tajuk ‘Ballad 21 F/W’. Mereka akan merilis album baru pada 1 November 2021 pukul 18.00 waktu setempat.

Ini akan menjadi comeback pertama mereka setelah 7 tahun sejak album terakhir mereka, ‘Let’s Talk 2014’.

2. 1 November: THE BOYZ (Comeback)

THE BOYZ juga akan merilis album single ketiga mereka dengan tajuk ‘Maverick’ pukul 18.00 waktu setempat.

3. 2 November: Super Junior-D&E (Comeback)

Super Junior-D&E (Donghae & Eunhyuk) akan merilis album full-length pertama mereka dengan tajuk ‘Countdown’. Kabarnya masing-masing member nantinya akan merilis lagu solo juga dengan tajuk ‘California Love’ dan ‘Be’.

4. 3 November: LABOUM (Comeback)

LABOUM akan merilis mini album ketiga mereka dengan tajuk ‘Blossom’ pada pukul 18.00 waktu setempat. Ini akan menjadi comeback pertama mereka setelah 2 tahun merilis album terakhir mereka yang bertajuk ‘Two of Us’ yang rilis pada akhir 2019.

5. 4 November: TO1 (Comeback)

Mereka akan comeback pada 4 November 2021 pukul 18.00 waktu setempat. Ini iakan menjadi album kedua mereka yang rilis pada tahun ini yang bertajuk ‘Re:alize’.

6. 9 November: ONEUS (Comeback)

ONEUS akan merilis mini album keenam mereka yang bertajuk ‘Blood Moon’. Ini adalah album ketiga mereka untuk tahun ini.

7. 10 November: TXT (Comeback Jepang)

TXT kembali dengan album Jepang pertama mereka dengan tajuk ‘Chaotic Wonderland’. Dalam album ini nantinya akan mencakup total empat lagu, termasuk versi Jepang dari ‘0x1=LOVESONG (I Know I Love You)’ dan ‘MOA Diary’.

Selain itu juga mereka akan memasukkan lagu original berbahasa Jepang dengan tajuk ‘Ito’ dan single bahasa Inggris pertama mereka ‘Magic’.

8. 12 November: TWICE (Comeback)

TWICE akan merilis album studio penuh ketiga mereka dengan tajuk ‘Formula of Love: O+T=<3’. Ini akan menjadi album kedua mereka untuk tahun ini setelah merilis album ‘Taste of Love’ pada Juni 2021 lalu.

9. To be announce: Billie (Debut)

Akhirnya akan ada girl group baru yang bakal debut bulan November nanti. Walaupun belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal debut Billie, namun mereka telah dikabarkan akan debut bulan depan.

Girl group ini beranggotakan enam orang, yakni Siyoon, Tsuki, Soohyun, Haram, Sua, dan Haruna.

10. To be announce: T-Ara (Comeback)

Kabarnya T-Ara sedang menyiapkan album comeback mereka untuk November 2021 nanti. Jika benar, maka ini akan menjadi comeback pertama mereka sejak 2017 perilisan mini album mereka yang bertajuk ‘What’s My Name’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini