Inilah Alasan Drama ‘Again My Life’ Popularitasnya Cepat Naik

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru seminggu tayang perdana, drama baru SBS ‘Again My Life’ langsung mendapatkan popularitasnya dalam sekejap. Hal ini dikarenakan alur ceritanya yang menarik bagi pemirsanya.

Melansir dari Soompi, drama ini tayang perdana pada 8 April 2022 dan langsung masuk ke peringkat pertama. Lalu, untuk episode kedua dan seterusnya rating drama ini terus mengalami peningkatan.

Drama yang dibintangi oleh Lee Joon Gi ini berada di peringkat tiga teratas dalam daftar mingguan drama dan aktor yang menarik perhatian berdasarkan Good Data Corporation.

Walau masih seminggu tayang, ada tiga alasan ‘Again My Life’ jadi gebrakan drama baru yang populer saat ini. Di antaranya ialah faktor pemain aktornya.

Selain itu juga karena alur cerita yang dikemas dalam drama ini yang membuat menarik pemirsanya. Dari teori ceritanya, alur plotnya yang cepat, dan momen cerita yang memuaskan pemirsa.

Sementara itu, drama ‘Again My Life’ tayang setiap Jumat dan Sabtu pada pukul 20.00 WIB. Dramanya bisa kalian saksikan melalui platform layanan streaming Viu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini