Ini Dia Masker Paling Unik Selama Pandemi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi virus Covid-19 telah memaksa kita semua untuk selalu menggunakan masker setiap kali keluar rumah. Oleh sebab itu, masker telah menjadi komoditas utama yang sangat penting.

Agar tampil lebih berbeda, beberapa orang menunjukan kreativitas mereka dengan mengubah masker wajah menjadi proyek seni dalam mengekspresikan identitas mereka.

Banyak karya hasil mereka yang menarik perhatian karena keunikannya tersendiri. Berikut daftar masker unik dari seluruh dunia

  1. Huami Amazfit Aeri Mask

Masker wajah buatan Huami, perusahaan Tiongkok, didesain seperti masker bedah N95 yang transparan. Hal ini memudahkan penggunanya membuka kunci ponsel dengan fitur Face ID.

Selain itu, masker canggih satu ini dilengkapi dengan filter udara yang dapat dilepas pasang. Tak hanya itu saja, masker ini disertai dengan sinar ultraviolet yang mampu membunuh bakteri dan virus dari udara.

  1. Donut Robotics C-Mask

C-Mask, merupakan masker cerdas buatan Donut Robotics, Start Up Jepang, yang mampu terhubung dengan internet. Melalui Bluetooth yang terpasang di gawai, masker ini mampu menyalin ucapan ke dalam pesan teks.

Awalnya, masker ini dibuat ketika para insinyur perusahaan ingin membantu perusahaan bertahan di tengah pandemi Covid-19. Saat itu, Donut Robotics baru saja menerima kontrak sebagai pemasok robot pemandu dan penerjemah di Bandara Haneda, Tokyo.

Masker ini pertama kali diperjualbelikan di Jepang pada September 2020 dengan harga Rp 574 ribu per masker. Perusahaan berharap masker buatannya ini segera dipasarkan di berbagai negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

  1. Masker Pembaca Gerak Bibir

Walau mampu membantu menghambat penyebaran virus Covid-19, kebanyakan masker wajah menutupi separuh wajah penggunanya. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi tuna rungu yang berkomunikasi dengan cara membaca bibir lawan bicaranya.

Untuk menjawab permasalahan ini, pasangan suami istri asal Makassar, Sulawesi Selatan, menciptakan masker wajah transparan untuk membantu tuna rungu.

Berbeda dengan masker buatan Huami, masker buatan anak bangsa ini hanya transparan di bagian bibirnya saja. Hal ini sudah cukup untuk memperlihatkan gerak-gerik mulut seseorang ketika berbicara,

“Sejak pandemi, semua orang memakai masker. Bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran, akan sangat sulit untuk berkomunikasi karena mereka tidak dapat membaca gerakan bibir. Ini yang menimbulkan kebingungan” kata Faizah Badaruddin.

Wanita berusia 52 tahun itu menjual maskernya dengan harga yang terjangkau, yakni mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu saja.

  1. Avtipus Remote

Peneliti Israel telah mengembangkan sebuah masker dengan pengendali mulut jarak jauh. Masker ini memungkinkan pengunjung tidak perlu membuka maskernya ketika ingin menyantap makanan. Mereka mengklaim jika penggunaan masker ini mampu membuat kunjungan ke restoran tidak terlalu berisiko.

Sebuah remote berfungsi untuk membuka celah di depan topeng sehingga makanan bisa masuk ke dalam mulut. Dalam kenyataannya, akan sangat merepotkan jika memakan es krim karena akan berantakan.

“Masker akan dibuka secara mekanis dengan remote atau secara otomatis saat garpu masuk ke dalam masker” kata Asaf Gitelis, Wakil Presiden Avtipus Patents and Inventions.

Menurut perusahaan, maskern ini akan dijual dengan harga USD 0,85 hingga USD 2,85 di atas harga masker medis berwarna bitu yang banyak dipakai oleh masyarakat Israel.

  1. VX Mask

Masker yang satu ini berbentuk sangat kecil dan hanya menutupi hidung dan mulut penggunanya. Masker ini lebih tepat dipakai ketika memiliki janji dengan dokter kecantikan atau penata rambut. Karena, masker ini tidak akan menghalangi wajah penggunanya.

Masker yang dibuat oleh Dr. SM Yuen, Pendiri Atlas Medical – Derma Regen Clinic, memiliki filter di antara dua lapisan non-hidrofobik.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi pengguna yang memiliki kulit sensitif, sebab masker ini bersifat hipoalergenik. Meski memiliki ukuran kecil, masker ini mampu bertahan di wajah selama enam hingga delapan jam, atau lebih singkat untuk pengguna yang memiliki wajah berminyak

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini