Ini Dia, 4 Tips Mengatur Gaji Pertama untuk Fresh Graduate!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menerima gaji pertama merupakan salah satu yang paling berkesan dan pada umumnya akan sangat ditunggu oleh seorang pekerja baru.

Saat menerima gaji pertama, kebanyakan pekerja akan memiliki beragam rencana terkait dengan uang tersebut, bahkan ada pula yang langsung dihabiskan gitu saja tanpa adanya rencana keuangan yang benar dan matang.

Hal ini jelaslah salah besar. Membelanjakan gaji sepuasnya memang sangat menyenangkan, namun kamu perlu mengingat bahwa ada kebutuhan atau pos pengeluaran lainnya yang harus tercukupi dengan baik selama satu bulan penuh.

Jangan sampai kedepannya kamu kewalahan, hanya karena gajim telah habis di tengah jalan.  Agar hal ini tidak terjadi pada keuanganmu, sebaiknya simak beberapa tips atur gaji pertama berikut ini, yang bisa langsung dipraktikan.

Atur Anggaran Pengeluaran

Saat menerima gaji pertama, mungkin banyak keinginan yang tiba-tiba terlintas di pikiran. Hal itu sah-sah saja, yang penting tetap cermat, apalagi jika kamu tipe orang yang impulsif.

Cobalah menyusun daftar kebutuhanmu selama sebulan ke depan dengan lengkap. Mulailah dengan kebutuhan utama seperti bayar kosan, makan harian, transportasi, paket data, dan lain-lain. Selanjutnya bisa kamu atur sesuai prioritasmu.

Pastikan kamu memilih berbagai kebutuhan ini dengan baik, sehingga hal-hal yang sangat penting bisa terpenuhi lebih dulu.

Jangan lupa untuk membuat daftar belanja, agar kamu tidak sampai membeli berbagai barang yang tidak penting.

Sisihkan Tabungan

Biasakan untuk selalu menyisihkan sejumlah tabungan rutin bulanan setiap kali kamu gajian. Kamu bisa menentukan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan, misalnya 10% dari gajimu.

Dana tabungan ini bisa kamu masukkan ke dalam celengan atau bahkan tempat penyimpanan lainnya.

Namun jika kamu ingin merasa lebih aman, maka membuka rekening khusus untuk tabungan ini merupakan langkah yang tepat.

Jalani Pola Hidup Sederhana

Punya penghasilan sendiri tidak jarang membuat gaya hidup seseorang jadi ikut berubah. Tentu tak ada salahnya kamu mengapresiasi diri setelah memperoleh gaji pertama asal disertai dengan pertimbangan yang bijak.

Jangan sampai kamu terjebak dalam gaya hidup boros dan impulsif. Ingat, hemat bukan berarti menyiksa diri, tapi mendisiplinkan diri.

Belajar Literasi Keuangan

Saat ini sudah banyak informasi-informasi tentang manajemen keuangan yang tersedia di buku, internet, maupun sosial media.

Dengan belajar literasi keuangan, kamu akan lebih mudah dalam mengelola keuangan serta menyesuaikannya dengan gaya hidup.

Tak ada salahnya meluangkan sedikit waktumu untuk memahami ilmu finansial yang akan berguna untuk masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini