Ini Alasan Tas Noken Bakal Jadi Cendera Mata PON Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tas noken bakal menjadi cedera mata pada helatan PON XX di Papua. Tas tersebut merupakan hasil kerajinan tradisional masyarakat asli Papua. Karya yang menjadi kearifan lokal daerah ini ternyata punya filosi yang unik.

Noken merupakan salah satu karya kerajinan tradisional berupa anyaman dari warga di Papua yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, seperti pandan, anggrek, dan lain-lain. Orang asli Papua dengan tas noken memiliki ikatan sosial dan emosional yang sangat kuat.

Tas ini dinilai memiliki pengaruh kuat antara yang membuat, benda yang dibuat, dan penggunanya. Bahkan bukan hanya sekadar alat untuk membawa sesuatu, tapi juga membuat hubungan antara manusia dengan alam semakin erat.

Misalnya kaum perempuan di Papua mereka membuat noken biasanya sebagai alat untuk diperuntukan untuk kebutuhan anak-anaknya. Tas noken yang digunakan untuk mengangkut barang dan anak berfungsi untuk menumbuhkan rasa kecintaan antara ibu dan anak. Sementara sebagai pakaian untuk kaum perempuan melambangkan ikatan batin antara ibu dengan anak.

Selain itu, tas noken juga untuk merangsang tumbuh kembang si anak untuk senantiasa mencintai tanah kelahirannya serta menjaga keaslian budaya orang asli Papua. Jadi ketika anak Papua sedang merantau ke luar kota maka tas noken yang digunakannya sebagai alat untuk menumpahkan perasaan rindu pada mama dan tanah leluhurnya.

Nah itulah alasan mengapa tas noken akan menjadi cendera mata bagi peserta PON Papua nantinya. Keren kan?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini