Ikut Tren Pocky Love di TikTok, Jess No Limit dan Sisca Kohl Bikin Iri Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan influencer, Jess No Limit dan Sisca Kohl kembali jadi pusat perhatian warganet. Belum lama ini, Jess mengikuti tren TikTok membuat Pocky Love yang kini sedang viral di sosial media.

Momen itu diunggah Jess di akun TikTok-nya, @jessnolimit999. Ia membagikan detik-detik saat membuat tren Pocky Love untuk sang kekasih, Sisca Kohl.

@jessnolimit999

I love you ayanggg @siscakohl mwachh ❤️???

♬ Until I Found You – Stephen Sanchez

“I love you ayanggg, muach,” tulis Jess di postingannya itu.

Dari unggahannya, gamers satu ini nampak niat membeli sejumlah Pocky berrwarna merah muda yang nantinya akan disusun menjadi bentuk hati. Tak cuma itu, kakak Jessica Jane ini juga menempelken uang pecahan 100 ribu Rupiah di setiap kardus Pocky itu.

Tak tanggung-tanggung, harga Pocky Love yang diberikan Jess untuk Sisca mencapai 1,6 juta Rupiah.

Setelahnya, Jess pun memberikan kado itu untuk Sisca di kediamannya. Nampak seleb TikTok yang kerap membuat es krim itu terlihat bahagia menerima kado romantis dari sang kekasih.

Momen Jess No Limit ikut tren Pocky Love untuk Sisca Kohl ini sukses bikin netizen iri. Pasalnya, keduanya makin terlihat bucin dan kompak memamerkan kemesraan di sosial media.

“Pasangan terfavorit tahun ini.”

“Aku sangat iri.”

“Dompetku insecure melihat ini.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini