IKEA Sumbang Perlengkapan Rumah Tangga ke Sejumlah RS Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyebaran wabah corona (covid-19) turut menjadi perhatian IKEA Indonesia. Perusahan perabotan rumah tangga ini menyumbangkan sejumlah produk rumah tangga kepada Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia.

Bantuan tersebut meliputi selimut, seprai, handuk dan trolley. Tujuannya untuk mendukung kegiatan para tenaga medis di sejumlah Rumah Sakit (RS). Selain paket produk, IKEA Indonesia juga menyumbangkan hygiene kit bagi masyarakat di wilayah Jakarta.

Public Relations IKEA Indonesia Ririn Basuki mengatakan, penyaluran bantuan tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi Rumah sakit.

“RS memainkan peran penting dalam pengujian dan perawatan Covid-19 dan IKEA Indonesia akan mendukung personel garis depan yang membantu masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Mata Indonesia, Senin 6 April 2020.

Menurut Ririn, bantuan ini akan disalurkan ke beberapa rumah sakit pertama yang menerima pasien-pasien gejala Covid-19 di wilayah Banten dan Sentul. Rumah sakit tersebut di antaranya RS Permata Pamulang, RSIA BUN Kosambi, RS MISI Lebak, RS An Nisa Cibodas dan RS EMC Sentul.

“Dengan adanya inisiatif ini diharapkan rumah sakit tersebut dapat memanfaatkan bantuan untuk kegiatan operasional sehari-hari,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini