Ijab Kabul Pernikahan Maudy Ayunda dan Jesse Choi Pakai Bahasa Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak seperti kebiasaan pada umumnya, ijab kabul pernikahan Maudy Ayunda dan Jesse Choi menggunakan bahasa Inggris.

Akad nikah digelar di kediaman Maudy di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu 22 Mei 2022. Kepala KUA Cilandak, Bunyamin mengatakan, proses ijab kabul tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Pasalnya, suami Maudy, Jesse merupakan pria kelahiran Korea Selatan tapi warganegara Amerika Serikat.

“Akad nikah digelar pukul 09.00. Alhamdulillah kemarin itu sekali ucap ijab kabulnya dan mereka menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

“Iya kemarin itu dalam proses ijab kobil Maudy disandingkan dan juga izin nikahnya langsung di meja akad,” katanya.

Bunyamin menambahkan, akad nikah Maudy dan Jesse berlangsung terbuka dan disaksikan keluarga kedua mempelai.

“Banyak yang hadir kalau saya lihat itu sekitar 100 hingga 150 orang yang hadir. Jadi dia tetap terbuka, tapi untuk keluarga. Nah jadi dua cuma tertutup tidak diekspos sebelum nikah,” ucapnya.

Jesse Choi mempersunting Maudy dengan mahar berupa uang sebesar 22.522 Dolar AS atau sekitar 330 juta serta cincin. Keduanya adalah sama-sama lulusan Universitas Stanford, Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini