Hotel Baru Super Unik Hadir di Balikpapan, ‘Mantul’ Buat Liburan!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Four Points by Sheraton, bagian dari Marriott International, meluncurkan debutnya di kota pelabuhan di Kalimantan Timur, Indonesia, dengan diresmikannya Four Points by Sheraton Balikpapan. Berlokasi strategis dari sejumlah destinasi wisata populer di kota tersebut dan hanya lima menit dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, hotel ini menawarkan segalanya demi kenyamanan pengalaman wisata kamu.

“Dengan senang hati kami membuka Four Points by Sheraton Balikpapan di Indonesia untuk memperluas jejak Marriott International di negeri ini,” tutur Mike Fulkerson, Wakil Presiden, Brand & Pemasaran, Asia-Pasifik, Marriott International, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa, 18 Juni 2019.

“Dirancang untuk wisatawan mancanegara, hotel ini mengedepankan desain yang nyaman dan pelayanan penuh ramah-tamah dengan harga terjangkau, sehingga cocok untuk keluarga dan pebisnis,” ujarnya.

Sejalan dengan tujuan brand Four Points untuk menghadirkan keseimbangan bagi para wisatawan masa kini, Four Points by Sheraton Balikpapan menawarkan 138 kamar dan suite bergaya modern, masing-masing dilengkapi botol air mineral sebagai komplimen, akses internet cepat, dan tempat tidur khas Four Points by Sheraton Comfort Bed untuk istirahat berkualitas.

Memasuki hotel, kamu akan disambut dengan lobi berdesain kontemporer dihiasi lukisan menawan yang menambah suasana hangat di hotel ini. Beroperasi sepanjang hari, restoran The Eatery akan memanjakan lidah kamu dengan berbagai sajian lokal dan internasional favorit untuk sarapan, makan siang dan makan malam, begitu pula dengan Best BrewsTM khas Four Points. Terdapat pula layanan in-room dining selama 24 jam bagi kamu yang ingin menikmati santapan lezat di tengah suasana kamar yang nyaman.

Mulai harimu dengan rutinitas olahraga di pusat kebugaran yang beroperasi selama 24 jam atau berenang di kolam renang yang terletak di lantai 5 untuk melepas lelah.

Terletak di tengah kota, hotel ini berjarak hanya 15 menit dari berbagai restoran lokal favorit, memudahkan kamu para pencinta kuliner untuk menikmati sajian khas kota ini. Kamu juga dapat menikmati pengalaman berbelanja di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, E-Walk Balikpapan.

Tercatat sebagai pintu bagi atraksi populer di Kalimantan Timur, lokasi hotel ini juga memudahkan kamu untuk menjangkau sejumlah tempat wisata, seperti Hutan Bakau Margomulyo, Kepulauan Derawan yang juga dikenal sebagai surga tropis di Kalimantan, atau Kabupaten Berau untuk bersantai di atas hamparan pasir putih.

“Kami tak sabar untuk menyambut para tamu di Four Points by Sheraton Balikpapan, dan untuk menjadi pilihan utama bagi para wisatawan maupun pebisnis,” tutur Viktor A Sin, General Manager, Four Points by Sheraton Balikpapan.

“Kami berkomitmen untuk menawarkan pengalaman tak tertandingi bagi para tamu dengan mengombinasikan program-program khas Four Points dan lokasi hotel yang unik,” katanya.

Berita Terbaru

Kebijakan DHE SDA Perkuat Fondasi Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Keuangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor SumberDaya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkahstrategis yang ditempuh pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Langkah tersebut tidak hanyabertujuan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan bahwa manfaatdari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, ketegangangeopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, kemampuan suatu negara dalam menjaga cadangan devisa menjadi faktor penting untuk mempertahankanstabilitas ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupayamemperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh guncangan eksternal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakanpengelolaan DHE SDA yang lebih optimal. Selama ini, sebagian besar devisa hasil ekspor sumber daya alam masih banyaktersimpan di luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belummaksimal. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditasterbesar di dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit, nikel, tembaga, hingga berbagaiproduk mineral lainnya. Potensi devisa yang dihasilkan sektor tersebut sangat besardan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara tepat.Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan eksportirsektor sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untukmemperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas valuta asing, dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan nasional.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintahmewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi devisa hasil ekspornya kedalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh. Menurutnya, kebijakan tersebutdirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik, menjagastabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Dalam ketentuan baru tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan100 persen DHE...
- Advertisement -

Baca berita yang ini