Empat Tokoh Ini Diduga Kuat Jadi Calon Menteri Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Sejumlah nama digadang-gadang bakal menduduki kursi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini memang orang nomor satu di Indonesia sedang mencari sosok pendamping untuk membantu dirinya saat menjalankan pemerintahan.

Dirinya sudah mulai membeberkan kriteria calon menteri Kabinet Kerja jilid II. Salah satu kriteria calon menteri yang bakal dipilih yaitu memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Berikut nama-nama yang santer diberitakan dan mencuat dipermukaan yang disebut-sebut Jokowi bakal menjadi menterinya, siapa saja?

1. Bahlil Lahadalia

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia sempat ramai jadi perbincangan. Hal itu lantaran Bahlil sempat disebut cocok jadi menteri Kabinet Kerja Jilid II. Bahlil langsung disebut oleh Presiden Jokowi.

“Adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri,” kata Jokowi disambut tepuk tangan, para undangan di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

2. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) santer disebut bakal masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Ini lantaran AHY kerap mondar mandir bertemu Jokowi di Istana Negara. Kogasma Partai Demokrat ini dianggap layak menjadi calon menteri karena memiliki banyak prestasi.

Jokowi sendiri membuka peluang bagi anak muda berprestasi masuk dalam kabinetnya, termasuk AHY. “Yang muda-muda, ini juga akan kita berikan ruang di kementerian,” ujarnya.

3. Adian Napitupulu

Saat menghadiri acara halalbihalal aktivis 98, capres petahana Joko Widodo tiba-tiba membuat riuh seisi ruangan. Jokowi menyebut jika aktivis 98 belum ada yang duduk menjadi menteri.

Sontak saja para aktivis menyerukan nama Adian Napitupulu yang dianggap layak menjadi menteri Jokowi pada Kabinet Kerja Jilid II. Meski nama Adian ramai disebut, namun Jokowi enggan menyebut nama siapa yang akan cocok menjadi Menteri dari aktivis 98.

4. Sandiaga Uno

Nama Sandiaga Uno juga santer dibicarakan bakal masuk ke dalam kabinet menteri Jokowi jilid II. Meski menjadi rival dalam Pilpres 2019, namun belakangan nama Sandi santer disebut bakal mengisi kursi menteri Jokowi.

Jokowi yang ditanya peluang Sandiaga masuk dalam kabinetnya memberikan jawaban mengejutkan. “Ya kenapa tidak?” ujar Jokowi yang kemudian tertawa saat ditanya peluang Sandi masuk dalam kabinet.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini