Heboh! Jake ‘ENHYPEN’ Pakai Kalung Lafadz Allah, Penggemar Muslim Tuntut Agensi

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belum lama ini salah satu member ENHYPEN, Jake, telah mengejutkan penggemar, terutama penggemar Muslim. Hal ini karena Jake menggunakan kalung berlafadzkan ‘Allah’ dalam bahasa Arab pada saat tampil di salah satu acara musik.

Sontak hal tersebut jadi bahan perbincangan netizen di media sosial. Hingga mereka berbondong-bondong menuntut agensi ENHYPEN melalui tagar #BELIFTAPOLOGIZE di Twitter.

Tagar tersebut sampai jadi trending sebagai bentuk tuntutan permintaan maaf dari BELIFT LAB selaku agensi ENHYPEN. Penggemar meminta pada agensi agar lebih teliti dalam menangani artis-artisnya.

Seperti yang diketahui, Jake bukanlah seorang Muslim. Sedangkan ia menggunakan aksesoris itu yang mana tidak dianjurkan dalam agama Islam.

Tentu hal tersebut membuat penggemar kecewa atas ketidaktelitian agensi maupun pihak stylist ENHYPEN sampai hal tersebut bisa terjadi. Sehingga banyak penggemar yang menilai agensi lambat dalam menangani isu sensitif ini.

Sementara itu, pihak agensi juga belum memberikan pernyataan resmi terkait isu ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini