Harus Tahu, Manfaat Kangkung bagi Kesehatan dan Kecantikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kangkung merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam golongan sayuran yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
Kangkung mudah ditemukan di pasar tradisional, supermarket hingga penjual sayur keliling.

Kangkung adalah tumbuhan dengan nama latin Ipomoea aquatia, memiliki batang berongga serta akar tunggang. Daun pada kangkung memiliki ujung yang tumpul serupa dengan dengan jantung hati.

Kangkung memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, air, antioksidan, flavonoid, polifenol dan vitamin E yang tinggi.

Oleh karena itu, kangkung memiliki beberapa manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh. Hal ini bukanlah rumor semata, namun sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian. Berikut ini ulasan terkait manfaat kangkong bagi kesehatan maupun kecantikan:

  1. Mengurangi kolesterol
    Kangkung dapat bermanfaat untuk mengruangi kadar kolesterol secara alami. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Nutritional Composition od Water Spinach pada tikus, hasilnya adalah mengonsumsi kangkung dapat menurutkan kadar kolesteroal serta triglikosida. Manfaat ini ada berkat kandung serat yang cukup tinggi pada tumbuhan kangkung.
  2. Mencegah anemia
    Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah di dalam tubuh. Kangkung dapat dijadikan sebuah solusi guna mencegah terjadinya anemia. Kandungan fosfor dan zat besi di dalam kangkung dapat membantu dan mencegah terjadinya anemia. Kandungan ini berperan memberikan asupan oksigen dan zat gizi yang maksimal.
  3. Mengatasi penyakit kuning
    Mengonsumsi kangkung dapat mengatasi penyakit kuning. Kangkung dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan ayurvedic pada penyakit kuning dan masalah hati. Kangkung dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan hati yang disebabkan oleh berbagai macam bahan kimia.
  4. Mencegah dehidrasi
    Kandungan mineral yang tinggi pada kangkong membuat tumbuhan hijau ini berfungsi sebagai anti dehidrasi bagi tubuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan natrium dan kalium di dalam kangkung yang dapat menjaga keseimbangan cairan dan jumlah kadar elektrolit.
  5. Mencegah katarak
    Rajin mengonsumsi kangkung dapat mencegah penurunan fungsi mata. Kandungan vitamin A, karotenoid dan lutein membuat kangkung bisa mencegah terjadinya katarak pada mata.
    Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, kangkung juga bermanfaat bagi kecantikan. Jika mengkonsumsi kangkung secara reuting maka akan mendapatkan kulit yang indah dan cantik.

Reporter: Shafira Annisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini