Han Seo Hee Blak-blakan Soal Reputasi Buruknya hingga Dicap ‘Gila’ oleh Publik

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Han Seo Hee belum lama ini membuka kanal YouTube pribadi yang diberi nama Seoheechopath. Cewek kontroversial di Korea Selatan itu pun berjanji untuk memberikan lebih banyak berita skandal selebritis.

Buat para K-Popers, pasti sudah tak asing lagi dengan Han Seo Hee. Namanya melejit karena suka membeberkan skandal para selebriti di Korea Selatan. Ia pernah menjadi salah satu informan dalam kasus penggunaan narkoba beberapa artis YG Entertainment.

Pada 16 Februari 2021 kemarin, Han Seo Hee mengunggah video pertamanya yang diberi judul “EP.1 한서희”. Dalam video itu, ia menjawab beberapa pertanyaan tanpa jawaban yang meyakinkan.

Video diawali dengan mengungkapkan apa yang dia lakukan saat ini. “Saya pengangguran. Saya hidup sebagai orang pengangguran,” kata Han Seo Hee.

Han Seo Hee pun diberi pertanyaan, “Menurutmu mengapa kamu memiliki reputasi yang begitu jahat?”. Kemudian dia menjawab, “Karena sebagian besar, orang tidak memandang saya secara positif. Juga, reputasi saya tidak bagus.”

Lebih lanjut, mantan trainee YG Entertainmeny ini ini ditanya, “Apa kamu tahu reputasimu?”. Namnpaknya, ia tahu betul kalau banyak orang yang membenci dirinya.

“Itu buruk. Ketika warga sipil biasa melihat saya, itu buruk. Mereka hanya melihat saya melalui headline dan headline menjengkelkan. Narkoba? Homoseksual? Sejujurnya, selain generasi yang lebih muda, orang mungkin tidak mengenal saya karena semua headline saya terkait dengan selebriti. Mereka mungkin mengira saya bertingkah atau bahwa saya gila, atau gila,” ungkapnya.

Han Seo Hee kemudian ditanya tentang mengapa dirinya memilih untuk berhenti menggunakan akun media sosialnya, terutama Instagram. Rupanya hal itu dilakukan atas saran dari sang paman.

“Saya menonaktifkan akun Instagram saya. Paman saya benar-benar melakukannya untuk saya. Alasannya karena dia dan anggota keluarga saya percaya bahwa masalah saya terjadi karena Instagram. Jadi dia menyingkirkannya untukku. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan pergi dan saya mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa. Tetapi itu berhasil karena itu juga sulit bagi saya,” kata Han Seo Hee.

Dia kemudian mengungkapkan bahwa dia tidak memiliki hasrat dalam hidup. Pernyataan itu muncul ketika dia mendapat pertanyaan, “Anda ingin menjadi apa?.”

“Saya tidak punya mimpi. Itulah salah satu pergumulan hidup saya saat ini. Bukan hanya sekarang, tapi saya tidak pernah bermimpi. Saya perlu memiliki beberapa jenis minat jika saya ingin memulai sesuatu atau agar saya dapat mempelajarinya atau mempraktikkannya, tetapi saya tidak memiliki keinginan sama sekali,” ungkapnya.

Terakhir, dia mengatakan telah menyerah pada karir bernyanyinya karena berbagai alasan berbeda. Dia mengatakan, “Bernyanyi adalah sesuatu yang selalu terpikir untuk saya lakukan, tetapi saya sudah terlalu tua sekarang dan terlalu banyak hal lainnya. Selain itu, citra saya telah dibuat oleh publik. Sejujurnya mereka mengenalku dengan sangat baik, aku pikir itu tidak mungkin pada saat ini.”

Tonton videonya di sini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini