Goks! Segini Tarif Endorse Prilly Latuconsina Gaes, Sekali Posting Langsung Bisa Beli Mobil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prilly Latuconsina menjadi salah satu selebriti dengan bayaran fantastis. Untuk endorsement saja, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Baru-baru ini, Prilly pun buka-bukaan soal tarif endorsement-nya di channel Youtube Boy William.

“Lu satu postingan berapa?” tanya Boy, dikutip Selasa, 16 Juni 2020.

“Tebak,” jawab Prilly.

Boy pun mencoba menebak tarif sekali posting endorsement Prilly. “Rp50 juta (untuk) foto?” tebak Boy.

Prilly pun menggelengkan kepala. Boy mencoba menebak kembali. “50 juta? 70 juta? 100 juta?” tanya Boy lagi.

Prilly pun akhirnya menjawab jujur. “Iya (100 juta) plus,” jawab Prilly.

Boy pun langsung syok mendengar jawaban Prilly. Mantan kekasih Maxime Bouttier itu pun mengaku baru pertama kali buka-bukaan soal tarif endorse-nya.

“100 juta satu postingan?” tanya Boy.

“Iya, gue gak pernah mention ini kemana-mana sih,” kata Prilly.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini