Gokil, Sepotong Bakwan Asal Indonesia Ini Dihargai Rp 70 ribu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bakwan menjadi salah satu jajanan yang disukai orang Indonesia karena harganya amat sangat murah. Dengan uang Rp 10 ribu kita sudah bisa dapat lima potong bakwan atau lebih.

Padahal, makan dua atau tiga potong saja sudah mengenyangkan perut. Mungkin itu yang membuat bakwan laris manis di negeri kita. Tetapi, tahukah kamu ada bakwan yang dijual dengan harga Rp 70 ribu sepotongnya?

Penjualnya adalah orang asli Indonesia bernama Hendra Lie dan Marshella. Namun mereka berjualan di street food Pasar Malam Internasional Queens, New York City.

Lucunya, kedai mereka diberi nama Jancook. Dalam bahasa Inggris kedengarannya keren, tapi orang Indonesia atau orang Jawa Timur pasti membacanya sambil tersenyum, karena artinya sumpah serapah dalam bahasa Jawa Timuran.

Gorengan bakwan atau dikenal dengan sebutan ote-ote yang berbahan dasar tepung terigu dan campuran sayuran itu ternyata juga banyak diminati warga New York.

Salah satu pengunjung wanita Li Fan seperti dikutip dari VOA mengatakan alasannya menyukai bakwan Indonesia tersebut, “Karena saya vegetarian dan ini menjadi satu pilihan makanan yang rasanya enak sekali.”

Pengelola pasar itu membatasi harga makanan maksimal hanya sebesar 5 dollar atau jika dirupiahkan sama dengan Rp 70 ribu.

Gerai Jancook tidak hanya menjual bakwan namun ada juga sate lilit, mie goreng telor dan tahu gejrot.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini