Geger! Pemain Drama ‘Hellbound’ Ini Dirumorkan Gay, Netizen: Kami Kecewa

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini ada kabar mengejutkan dari dunia hiburan Korea. Salah satu aktor dari drama ‘Hellbound’ ini dirumorkan gay lho.

Aktor yang dimaksud ialah Yoo Ah In. Isu ini kabarnya tersebar dari sebuah unggahan yang kanal YouTube yang kini telah dihapus.

Konten video YouTube dari Korea Selatan itu pun menjadi geger dan jadi perbincangan hangat. Karena dalam video itu membicarakan masalah percintaan Yoo Ah In yang ternyata berkencan dengan seorang pria.

Terutama dalam video itu memberikan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pemain ‘Hellbound’ tersebut adalah seorang gay. Kabarnya video itu diunggah pada Rabu 8 Desember 2021 dan telah ditonton lebih dari 600 ribu penonton sebelum hapus akun.

Usut punya usut, Yoo Ah In berkencan dengan bukan sembarang orang. Pria tersebut disebut-sebut seorang fotografer profesional lulusan Seoul National University.

Sebelumnya juga ia udah pernah digosipkan gay pada 2016 silam. Hal itu berawal dari tersebarnya foto Yoo Ah In dalam sebuah bar khusus gay.

Sementara itu, sampai saat ini Yoo Ah In dan pihak agensinya belum memberikan klarifikasi mengenai rumor video pengungkapan dirinya gay tersebut.

Saking gegernya, sampai-sampai menjadi trending topic di Twitter yang banyak mengungkapkan kekecewaan netizen mengenai kabar ini. Namun ada yang beberapa memberikan dukungan untuk aktor tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini