Gawat! Chung Ha Dikarantina dan Batal Manggung di Jakarta, Stafnya Positif Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Solois cantik asal Korea Selatan, Chung Ha, dikarantina. Hal ini ia lakukan setelah staf yang mengurusi kegiatannya dinyatakan positif terjangkit virus corona atau COVID-19.

Sebelumnya, Chungha dan para stafnya menghadiri Milan Fashion Week di Italia dan kembali ke Korea Selatan pada 24 Februari. Kemudian, salah seorang staf yang pergi ke Italia bersamanya mengalami demam.

Dilansir dari allkpop, Senin 2 Maret 2020, setelah pemeriksaan staf tersebut dinyatakan positif virus corona.

Chungha memutuskan mengkarantina diri sendiri, meski hasil tesnya menyatakan dia negatif virus corona, begitupun dengan seluruh staf perempuan 24 tahun tersebut juga dikarantina sambil menjalani pemeriksaan.

Oleh karena itu, Chungha membatalkan semua agendanya, termasuk ke Indonesia. Chungha sebelumnya diagendakan mengisi acara Head in the Clouds yang diselenggarakan 88rising, 7 Maret 2020, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal tersebut diumumkan oleh 88rising lewat Twitter resmi mereka pada Minggu, 1 Maret 2020. Batalnya penampilan Chung Ha di festival musik yang juga menampilkan Rich Brian itu terkait staf Chung Ha yang positif terjangkit virus corona.

“Karena keadaan yang tidak terduga, Chung Ha tidak akan tampil di ‘Head in the Clouds’ Jakarta. Keluarga 88rising selalu bersamamu dan tim @CHUNGHA_MNHent,” tulis akun Twitter 88rising.

Chungha rencananya akan berbagi panggung dengan Rich Brian, Stephanie Poetri, Joji, Niki, Phum Viphurit, dan Yerin Baek.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini