Gampang Stres, Ini 4 Pengakuan Jimin BTS yang Bikin ARMY Mewek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa yang tak kenal dengan BTS? Boy group besutan Big Hit Entertainment ini berhasil menjadi artis top dunia.

BTS kini berada di puncak popularitas. Masing-masing member memiliki pesona yang mampu memikiat banyak orang. Misalnya saja, Jimin BTS yang membuat orang jatuh cinta ketika melihat dirinya bernyanyi dan menari.

Tapi, tak banyak yang tahun kalau Jimin BTS harus menanggung banyak hal dalam perjalanan karirnya sebagai idola K-Pop. Ada beberapa kejadian di mana Jimin menghancurkan hati ARMY (fandom BTS) dengan pengakuannya.

Berikut 4 pengakuan yang dibuat oleh Jimin bikin ARMY sedih:

1. Diet Jimin di masa lalu.

Selama episode Please Take Care of My Refrigerator, Jimin mengungkapkan bahwa dia melakukan diet berat selama era “Blood, Sweat and Tears”. Jimin menyatakan bahwa dia ingin terlihat tampan dan memutuskan untuk makan hanya 1 kali sehari selama 10 hari berturut-turut.

“Sambil melihat ke cermin selama latihan ‘Darah, Keringat, dan Air Mata’ kami, saya ingin menjadi tampan. Jadi saya melakukan diet di mana saya bertahan dari satu kali makan selama 10 hari,” kata Jimin.

Sementara Jimin benar-benar kehilangan banyak berat badan, dia mengalami beberapa efek samping yang parah karena diet ini, seperti pingsan saat latihan menari. Syukurlah, Jimin tidak pernah mencoba diet semacam ini lagi. “Namun, saya belajar untuk tidak pernah diet seperti itu lagi,” katanya.

2. Jimin hampir tidak debut di BTS.

Meskipun mungkin sulit dipercaya, Jimin hampir tidak debut di BTS karena kemampuan menarinya. Jimin mengambil jurusan tari kontemporer, yang sangat berbeda dari gaya menari grup idola. Jadi, Jimin mengalami sedikit masa sulit saat menjadi trainee.

“Saya mengambil jurusan tari kontemporer. Karena gaya menari sangat berbeda dari koreografi grup idola, itu menjadi tantangan yang sulit bagiku,” ungkap pria bermarga Park itu.

Bahkan ada beberapa orang di Big Hit Entertainment, agensi BTS, yang tidak ingin Jimin bergabung dengan grup tersebut. “(Saya tidak bisa menyebutkan nama mereka) tetapi ada banyak orang yang menentang saya (bergabung dengan tim),” kata Jimin.

Namun, tidak ada yang menghentikan Jimin, karena ia terus bekerja keras dan mampu debut sebagai anggota BTS.

3. Tidak bisa menghilangkan stresnya.

Pada tahun 2017, Jimin sempat mengatakan bahwa dia lebih sering berkumpul dengan teman-temannya dan mengurus dirinya sendiri di waktu luang.

“Sejak tahun lalu, saya lebih sering keluar dan bergaul dengan teman-teman saya. Sebelumnya, saya dulu berpikir, ‘Saya akan tinggal di studio latihan. Saya akan beristirahat di studio, dan saya akan tidur di studio’,” ungkap penyanyi kelahiran 1995 itu.

Dia juga berbagi bahwa di masa lalu, dia tidak benar-benar memiliki cara untuk menghilangkan stres, jadi bertemu dengan orang-orang adalah “momen besar”, karena dia sekarang memiliki cara untuk menghilangkan stresnya.

“Setelah hidup seperti itu untuk beberapa saat, tiba-tiba saya berpikir, ‘Apa lagi yang saya lakukan selain tampil?’ Saya menyadari bahwa saya tidak pernah berpikir untuk menghilangkan stres saya, tetapi saya segera menemukan bahwa bertemu orang yang ingin saya temui adalah cara saya untuk menghilangkan stres. menekankan,” kata dia.

Bertemu dengan teman-temannya tidak hanya membantu menghilangkan stresnya, tetapi juga membantunya lebih fokus pada pekerjaan. Dia mengatakan, “Setelah keluar, saya bisa lebih fokus pada pekerjaan saya. Singkatnya, saya pandai bersenang-senang.”

4. Kesalahannya di atas panggung.

Selama episode Burn The Stage, Jimin terlihat kesal pada dirinya sendiri karena “kesalahan” dalam penampilan solonya, karena suaranya pecah dan mikrofonnya terus terlepas.

Jimin juga menjelaskan bagaimana dia menjadi stres ketika dia melakukan pertunjukan live solo, karena dia ingin menampilkan pertunjukan yang sempurna untuk penggemar, jadi segala jenis kesalahan adalah masalah besar baginya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini