Gak Masuk Akal! Kepiting Ini Terjual Rp 647 Juta, Pecahkan Rekor Dunia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Seekor kepiting yang dilelang di Tottori, Jepang, laku terjual dengan harga yang tak masuk akal, yakni 5 juta yen atau 46 ribu dolar AS, setara Rp 647 juta.

Mengutip CNN, Kamis 14 November 2019, harga itu telah memecahkan rekor dunia kepiting termahal yang pernah dibeli.

Spesies kepiting salju itu dipromosikan oleh Prefektur Tottori yang bertanggung jawab atas pelelangan. Selama ini, kepiting salju dikenal memiliki harga yang super mahal, dibandingkan jenis lainnya.

Kepiting salju termahal di dunia ini adalah kepiting jantan yang memiliki berat 1,2 kilogram dan lebar 14,6 sentimeter. Tawaran pun memecahkan rekor dunia Guinness.

Rekor sebelumnya dipegang kepiting salju seharga 2 juta yen atau 18 ribu dolar AS, setara Rp 253 juta yang dijual pada 2018 lalu, juga di Tottori.

Penawar yang menang bernama Tetsuji Hamashita, yang merupakan salah satu petinggi pedagang grosir perikanan Hanashita Shoten.

Setelah laku, kepiting itu langsung dihidangkan kepada para tamu di restoran super mewah di Ginza, Tokyo.

Gimana rasanya ya makan kepiting seharga ratusan juta rupiah?
Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini