Gak Kena Corona Sih, Tapi Begini Nasib Orang India yang Ikut Ritual Minum Air Kencing Sapi

Baca Juga

MATA INDIA, NEW DELHI – Virus corona (Covid-19) sedang menjadi sorotan dunia. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini, termasuk ritual minum air kencing sapi yang dilakukan orang India. diklaim ampuh melindungi tubuh dari virus mematikan tersebut.

Sebelumnya, sekitar 200 orang di India tergabung dalam kelompok Akhil Bharat Hindu Mahasabha (Persatuan Umat Hindu Seluruh India). Mereka meminum urin dalam sebuah ritual bersama sebagai langkah mencegah dari virus corona.

Dalam ritual itu, Chakrapani Maharaj, ketua persatuan tersebut berpose dengan menuang sendok berisi urin sapi kepada para peserta. Om Prakash seorang peserta yang membanggakan urin sapi dengan mengtakan, “kami tak perlu meminum obat medis.”

Hal itu membuat heboh dan viral seluruh dunia, beberapa pers internasional menyoroti ritual yang tidak memiliki dasar ilmiah tersebut.

Pasca ritual tersebut, bagaimana ya kabar mereka?

Dilansir dari Asia One, Kamis 19 Maret 2020, para sukarewalan yang minum urin sapi tersebut dinyatakan jatuh sakit, karena minum urin sapi.

Narayan Chatterjee, seorang aktivis Partai Bharatiya Janata ditangkap oleh polisi karena mengatur acara konsumsi urin sapi dan memaksa relawan sipil minum urin sapi.

“Relawan sipil jatuh sakit dan mengajukan pengaduan ke polisi. Aktivis BJP ditangkap,” kata kepolisian Kolkata, Anuj Sharma kepada AFP.

Namun, presiden cabang BJP menyayangkan penangkapan tersebut.

“India adalah negara yang demokratis, setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya,” kata Dilip Ghosh.

“Sangat disayangkan bahwa Chaterjee ditangkap karena mengutarakan pendapatnya, yang mengorganisir acara itu, kita tidak tahu apakah merek dipaksa atau tidak,” jelasnya.

Banyak warga India menganggap bahwa sapi adalah hewan suci, meminum air seninya dianggap mujarab obati berbagai penyakit. Beberapa penyakit konon bisa disembuhkan dengan minum urin sapi misalnya, radang sendi, diabetes, asma, hingga kanker.

Pekan lalu, puluhan umat Hindu mengadakan pesta kencing sapi di New Delhi, di mana mereka minum urin sapi untuk melawan virus corona. Namun, mereka menolak kritik bahwa minum urin sapi identik dengan praktik perdukunan.

Organisasi Kesehatan India dihubungi untuk memberikan komentar atas klaim urin dan kotoran sapi dan mereka menolak klaim tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini