Florence Pugh Hadir di Red Carpet Pemutaran Perdana ‘Don’t Worry Darling’ di Venesia Bersama Neneknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, VENESIA – Florence Pugh merupakan pemeran utama wanita dari film ‘Don’t Worry Darling’. Ia hadir ke acara red carpet untuk pemutaran perdananya di Venesia.

Namun, ia tak datang sendirian. Pugh hadir di red carpet itu bersama neneknya, Pat.

Melansir dari Just Jared, aktris yang berusia 26 tahun itu pertama kalinya berjalan di red carpet bersama neneknya. Kehadirannya itu untuk acara Festival Film Internasional Venesia 2022.

Tapi ia hanya datang untuk acara red carpet dan pemutaran perdana saja. Pugh dikabarkan tak akan ikut sesi konferensi persnya.

Akhir-akhir ini Pugh banyak bicara soal neneknya. Neneknya itu dikenal karena reaksinya terhadap gaun merah muda tipis Valentino yang dikenakan oleh cucunya itu menjadi berita utama.

Gaun Pugh saat itu jadi kontroversial karena menampilkan puting payudaranya.

Sementara itu, Festival Film Internasional Venesia ini digelar pada 5 September 2022 waktu setempat di Venesia, Italia. Festival ini juga menyelenggarakan retrospektif dan penghormatan kepada tokoh-tokoh utama sebagai kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang sejarah perfilman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini