Fix! Peran Kim Seon Ho Diganti Lee Hyun Woo di Film ‘Dog Days’

Baca Juga

Karier aktor Korea Selatan, Kim Seon Ho seolah hancur berkeping-keping. Buntut masalah skandal aborsi yang menimpanya, kini peran Seon Ho dalam film Dog Days resmi digantikan oleh Lee Hyun Woo.

Dilansir Allkpop, rumah produksi CJ ENM telah mengumumkan hal tersebut. Lee Hyun Woo telah dipastikan akan menggantikan peran Kim Seon Ho dalam film pendek itu.

Sontak saja hal ini semakin membuat penggemar Kim Seon Ho meradang. Sebab, skandal yang menimpa sang aktor tak murni atas kesalahan dirinya.

Netizen pun kecewa dengan keputusan tersebut. Namun, hal itu harus diterima meski nama Kim Seon Ho mulai bersih usai kasus tersebut.

Sementara itu, Dog Days dan 2 O’Clock Date adalah dua film yang akhirnya harus ditinggalkan oleh Kim Seon-ho.

Sebenarnya, film 2 O’Clock Date menjadi film yang sudah dinantikan oleh para penggemarnya untuk menemukan Kim Seon-ho dan Yoona Girls Generation setelah mereka duet di panggung MBC Music Festival tahun kemarin.

Film Dog Days merupakan kumpulan film pendek (omnibus film) dengan memperlihatkan bagaimana orang-orang dari berbagai lapisan bisa hidup bersama hewan peliharaannya. Nantinya Lee Hyung-woo akan ditemani dengan Youn Yuh-jung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini