Filmnya Sukses, ‘Doctor Strange 2’ Pecahkan Rekor Box Office Disney Selama Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Sebagai bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang terus berkembang, ‘Doctor Strange 2’ berhasil pecahkan rekor barunya di box office.

Melansir dari The Direct, ‘Doctor Strange in the Multiverse of Madness telah memulai awal sejarahnya. Sekuel ini telah menghasilkan 185 juta Dolar AS atau sekitar 2,7 triliun Rupiah di pembukaan box office domestik.

Ini merupakan pembukaan terbesar pada 2022. Perbedaannya dengan film pertama dengan sekuelnya adalah 100 juta Dolar AS dan ini merupakan pencapaian terbesar dalam sejarah MCU.

Film ini jadi pembukaan tertinggi akhir pekan ketujuh MCU yang pernah ada. Sekuel ini berada di bawah ‘Avengers: Age of Ultron’ dan berada di atas ‘Captain America: Civil War’.

‘Doctor Strange 2’ telah menghasilkan hampir setengah miliar Dolar secar global dan memiliki pembukaan domestik tertinggi ke-11 dalam sejarah.

Sementara itu, ‘Doctor Strange in the Multiverse of Madness’ kini sudah tayang di bioskop seluruh dunia. Film ini juga cetak box office pada hari penayangan perdananya di luar AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini