Fans Ngamuk! Media Ini Sebut Jimin BTS Juga Operasi Plastik Seperti Oli London

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Penggemar BTS atau yang dikenal dengan sebutan ARMY marah besar terhadap usai melihat artikel tabloid Jerman. Mereka menulis bahwa Jimin terlihat seperti dia menjalani operasi plastik

Dengan meningkatnya popularitas di seluruh dunia, BTS telah menjadi pusat perhatian semua orang. Karena itu, BTS juga menerima lebih banyak ejekan dan kebencian yang diskriminatif.

Baru-baru ini, seorang penggemar berbagi di Twitter bahwa sebuah tabloid Jerman telah menghina anggota BTS Jimin. Pengguna media sosial menjelaskan bahwa tabloid Jerman menulis artikel tentang Oli London, yang menjalani operasi plastik agar terlihat seperti Jimin.

Oli pun kembali menyedot perhatian netizen. Dalam video yang ia bagikan di kanal YouTubenya, Oli mengaku merasa lebih terhubung dengan budaya Korea daripada Inggris setelah “bertransisi” untuk menyerupai Jimin.

“Saya akan keluar hari ini dan mengatakan bahwa saya telah bertransisi,” kata London sambil bersantai di tempat tidur.

Ia bahkan mengidentifikasikan dirinya sebagai orang Korea. Influencer itu mengatakan, “Saya tahu banyak orang tidak memahami saya, tetapi saya mengidentifikasi sebagai orang Korea, dan saya terlihat seperti orang Korea sekarang. Saya merasa seperti orang Korea.”

“Saya tidak mengidentifikasi diri sebagai orang Inggris, jadi tolong jangan…(mengidentifikasi) saya sebagai orang Inggris, karena saya mengidentifikasi sebagai orang Korea,” lanjutnya.

Namun, tabloid Jerman ini menyertakan foto Jimin dengan keterangan, “Park Jimin sendiri sepertinya juga menjalani beberapa operasi,” di bawah foto tersebut.

Penggemar BTS yang tersinggung pun meluapkan amarah mereka ke media sosial untuk membagikan pernyataan konyol ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini