Fakta-Fakta Menarik Tentang Citayam Fashion Week, Kreativitas Anak Bangsa Bermain dengan Fashion!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Fenomena Citayam Fashion Week saat ini tengah menjadi sorotan dari berbagai kalangan.

Kawasan Sudirman yang mulanya terkenal sebagai lokasi yang bersih dan tertata rapi, sangat berbanding terbalik dengan kawasan Sudirman kini yang penuh dipadati para pengunjung dengan mengenakan busana-busana nyentrik.

Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang Citayam Fashion Week yang hadir berkat kreativitas anak-anak bangsa.

Berawal dari konten yang viral, jadi tempat mejeng

Fenomena Citayam Fashion Week berasal dari konten seorang konten kreator yang berisikan interview tanya jawab kepada para remaja SCBD yang ada di kawasan Sudirman.

Pertanyaan yang dilontarkan hanyalah seputar harga outfit, dan banyaknya jumlah uang yang dihabiskan untuk mejeng dan nongkrong di kawasan Sudirman tersebut.

Asal mula julukan ‘remaja SCBD’ dan Citayam Fashion Week

Jika sebelumnya SCBD merupakan singkatan dari Sudirman Central Bussinen District, kini SCBD yang disematkan pada para remaja yang mejeng di kawasan Sudirman tersebut adalah kepanjangan dari Sudirman Citayam Bojonggede Depok.

Lalu, kenapa nama Citayam Fashion Week muncul? Karena anak remaja yang menjeng di sana didominasi oleh remaja asal Citayam.

sedangkan Fashion Week sendiri terinspirasi dari gaya unik, layaknya seperti sedang berada di acara fashion show. Ada pun yang mempopulerkan namanya adalah seorang Tiktokers bernama Radita Pradana.

Mendapat perhatian dari berbagai kalangan

Saat ini, Citayam Fashion Week tidak hanya dikunjungi oleh remaja-remaja SCBD dengan wajah yang unik dan gaya berpakaian yang nyentrik saja.

Kalangan artis, sosialita, model profesional hingga pejabat pun ikut turun gunung memeriahkan Citayam Fashion Week.

Mendatangkan pengunjung dari segala penjuru Indonesia

Meledaknya fenomena Citayam Fashion Week ini membuat semua orang ingin ikut tampil dan berkunjung ke daerah Sudirman untuk menikmati langsung peragaan busana yang ditampilkan para remaja SCBD.

Hal itu lantas membuat para remaja dari berbagai daerah yang cukup jauh dari kawasan Sudirman ikut datang untuk menikmati fenomena Citayam Fashion Week.

Melahirkan nama-nama baru

Tidak dapat dipungkiri Fenomena Citayam Fashion Week juga telah melahirkan nama-nama baru yang berhasil menjadi idola para remaja. Nama-nama tersebut antara lain adalah Bonge, Kurma, Jeje, dan Roy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini