Eks Pramugari Ini Beberkan Kelakuan Kasar Idol di Pesawat, Ada yang Meludah Sembarangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – YouTuber asal Korea Selatan, Kim Sudal, blak-blakan mengungkapkan perilaku tidak sopan yang dilakukan selebriti selama menjadi pramugari. Ia telah bekerja sebagai pramugari selama 10 tahun.

Di video yang telah ditonton 1,5 juta kali ini ia menceritakan pengalaman yang pernah ia terima dari para seleb selama ia bertugas. Ada seleb yang baik, ada pula yang berperilaku kasar.

Dia mulai dengan menyatakan bahwa dia memiliki pengalaman terbesar dengan artis SM Entertainment seperti TVXQ, Girls ‘Generation, EXO dan Super Junior. “Mereka sopan, tidak terlambat ke bandara dan anggota staf mereka juga sangat baik,” ungkap Kim Sudal dilansir dari KoreaBoo pada Senin 23 November 2020.

Dia menjelaskan bahwa TVXQ menunjukkan etiket tertentu di pesawat. “Mereka sangat terkenal bahkan di kalangan pramugari karena mereka bahkan melipat selimut yang mereka gunakan sebelum turun dari pesawat,” ungkapnya.

Kemudian dia juga bertemu dengan selebritas yang memiliki perilaku buruk. Dia menjelaskan bahwa salah satunya adalah penyanyi solo pria yang lebih tua yang tidak aktif belakangan ini dan merupakan perokok yang rajin.

“Dia terus merokok berantai di ruang merokok dan pesawat tidak bisa lepas landas karena kami menunggunya,” kata Kim Sudal.

Semua pramugari keluar untuk mencarinya agar pesawat bisa menutup pintu. Kim Sudal mengatakan dia menemukannya di ruang merokok dan diberitahu bahwa dia harus naik pesawat sekarang.

Namun, selebritas itu menanggapi dengan cara yang sangat kasar. “Dia berkata dengan suara kesal, ‘Apakah kamu sedang haid? Mengapa kamu begitu cerewet?,” katanya menirukan si penyanyi pria yang tidak disebutkan identitasnya itu.

Dia juga berbagi banyak grup idola yang kasar. Dia mengklaim bahwa beberapa grup biasanya terlambat dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi semua penumpang di pesawat dan menyebutkan beberapa grup idola secara khusus.

Satu kelompok gadis meludah di antara ruang di korsel dan bermain meludah. Pada contoh lain, saya meminta grup laki-laki untuk meletakkan koper mereka di korsel dan mereka berkata, “Saya? Anda ingin saya melakukan itu? Anda melakukannya.”

“Ketika saya mengatakan penumpang harus melakukannya, dia menyuruh staf wanitanya untuk melakukannya,” lanjutnya.

Dia juga menyebutkan banyak perilaku kasar lainnya yang dilakukan para idola di pesawat. “Mereka meludahi permen karet dan menempelkannya di lorong dan menghisap kacang dan meludahkannya dari mulut ke orang-orang di depan mereka,” ungkapnya.

Tonton semua pengalamannya dengan selebriti di bawah ini:

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Papua Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adat

Oleh : Loa MuribPembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin kuat dalam menghadirkanmanfaat nyata bagi masyarakat adat sebagai bagian utama dari proses transformasi wilayah timurIndonesia tersebut. Berbagai program pembangunan yang berjalan saat ini tidak hanya berfokuspada percepatan infrastruktur, tetapi juga menempatkan manusia Papua, khususnya orang asliPapua, sebagai pusat perhatian utama. Pendekatan ini menjadi penting karena keberhasilanpembangunan tidak lagi sekadar diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun, melainkandari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kualitas hidup, peningkatankesejahteraan, dan terbukanya akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.Dalam konteks tersebut, pemerintah melalui berbagai kebijakan percepatan pembangunan di Tanah Papua menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan partisipatif. Pembangunan di wilayah seperti Asmat, Mappi, Merauke, dan Boven Digoel yang menjadi bagian dari ProyekStrategis Nasional ketahanan pangan dan energi, menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari komunikasi yang berkesinambungan dengan masyarakat adat. Pendekatan dialog yang dilakukan secara terus-menerus menjadi jembatan penting dalam membangun kepercayaanserta memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhanmasyarakat di tingkat akar rumput.Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menegaskan bahwa pembangunan harus menempatkan masyarakat Papua sebagaisubjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. Ia menekankan bahwa proses komunikasiyang dilakukan secara berulang dan dengan pendekatan yang humanis akan membuka ruangpemahaman yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya terbuka terhadap pembangunan selama dilakukan dengan menghormati nilai sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat adat. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya untukmemastikan bahwa pembangunan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui keterlibatanaktif masyarakat yang terdampak langsung.Lebih jauh, pembangunan di Papua juga dipandang harus memberikan penjelasan yang utuhkepada masyarakat mengenai manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh. Hal ini mencakuppeluang ekonomi, peningkatan akses layanan dasar, hingga dampak sosial yang lebih luas. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berhenti pada tataran fisik, tetapi juga menyentuhaspek pemberdayaan yang memungkinkan masyarakat adat memiliki kemampuan lebih besardalam mengelola potensi daerahnya sendiri. Dalam kerangka ini, kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan di Papua dipandang sebagai persoalan mendasar yang harusdiselesaikan secara komprehensif melalui pembangunan yang inklusif.Paulus Waterpauw juga menyoroti bahwa berbagai persoalan sosial yang muncul di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini