Dulu Jualan Koran, Begini Profil Crazy Rich Grobogan yang Bangun Jalan Desa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang Crazy Rich Grobogan menarik perhatian warganet, karena aksinya yang sukarela memberikan dana hingga Rp 2,8 Miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.

Joko Suranto merupakan seorang pengusaha asli asal Grobogan, yang punya cara sendiri untuk menyambut mudik tahun ini. Namanya viral setelah dia merogoh uang pribadinya, agar jalan penghubung di kampung halamannya bisa kembali dapat dilintasi dengan nyaman dan aman.

Berikut sosok Joko Suranto, Crazy Rich Grobogan yang bangun jalanan rusak.

1. Joko Suranto Warga Asli Grobogan

Joko Suranto adalah warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ayah tiga anak ini prihatin dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki secara maksimal selama 20 tahun.

Jalan yang diperbaiki Joko merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Welahan, Desa Jetis dan Desa Ngampu. Pembangunan jalan ini sebagai bentuk sedekah dan amal jariyah untuk diberikan kepada kedua orang tuanya, yaitu almarhum H. Hasan Diharjo dan alamrhumah Hj. Siti Naimah.

2. Domisili Bandung

Joko Suranto kini tinggal di Bandung, Jawa Barat bersama keluarganya. Joko juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia atau DPD REI Jawa Barat.

3. Pengusaha Properti

Joko Suranto ternyata seorang pengusaha properti di Jakarta, ia sudah bertahun-tahun merantau di Ibu Kota.

4. Alumni UNS

Joko Suranto merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret tahun 1988.

5. Berjualan Koran untuk Lulus dari FH UNS

Untuk memenuhi biaya studi semasa kuliah, Joko Suranto melakukan banyak perjalanan bisnis dari nol, yakni berjualan koran. Berbekal uang ratusan ribu dan tiga set pakaian saja, ia nekat merantau keluar kota.

Joko juga pernah menjadi pegawai bank, hingga ia mulai meniti karir dan akhirnya menjalankan bisnis sendiri. Perjalanan yang Joko Suranto lalui membuatnya semangat sampai saat ini.

Sosok Crazy Rich Grobogan, Joko Suranto, ternyata bukan dari keluarga berada. Joko berhasil melewati lika-liku kehidupan dengan pantang menyerah.

Saat itu ia juga berhasil memberangkatkan haji almarhum orangtuanya. Joko Suranto mulai meniti karir perlahan-lahan dan akhirnya kini berhasil menjadi pengusaha.

 Reporter: Dhea Salsabila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini