Dukung Arie Kriting Ketimbang Nagita Slavina, Dian Sastrowardoyo Disebut Muka Dua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Dian Sstrowardoyo mendadak jadi perbincangan hangat warganet. Bintang film AADC ini banjir hujatan setelah mengomentari pendapat Arie Kriting soal ikon PON XX Papua 2021.

Hal ini bermula dari dirinya yang ikut berkomentar di postingan Arie Kriting terkait kritikannya soal Nagita Slavina dan Raffi Ahmad yang menjadi ikon untuk PON XX Papua. Di unggahan Arie, Dian mendukung pendapat suami Indah Permatasari itu.

“Hegemoni Representasi,” tulis Dian dikolom komentar.

Alhasil, komentar Dian tersebut diserbu para warganet. Mengetahui hal tersebut, rekan Nicholas Saputra itu memberi penjelasan di kolom komentar tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Arie Kriting (@arie_kriting)

“Nagita itu teman saya, tapi Indonesia itu warna-warni, sudah waktunya saudara-saudara Papua merasa terwakili,” tuilis Dian.

Dua komentar Dian tersebut pun dibanjiri komentar warganet. Bahkan tak sedikit dari mereka beranggapan Dian adalah teman yang bermuka dua.

“Teman ya guys bukan sahabat… beda loh teman sm sahabat itu wkwk,” kata akun taknyata69.

“Yang ktnya temen.. tp malah menjatuhkan di sosmed!! apa ga bisa dibicarakan scr pribadi?,” tulis akun ivannyria11.

Teman yg mukanya ada dua,” komentar rizkarahmaniaa_.

Belum lama ini, Arie Kriting melayangkan kritik untuk Nagita Slavina dan Raffi Ahmad yang ditujuk sebagai ikon PON XX Papua Oktober 2021. Dalam postingannya, Arie menyayangkan mengapa Nagita dan Raffi yang ditunjuk sebagai ikon, bukan wanita asli Papua.

Namun, bukan hanya Dian Sastro, sejumlah selebritis lainnya juga setuju dengan pendapat Arie, mulai dari Asmara Abigai hingga Iwa K.

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo sebelumnya memiliki hubungan dekat dengan Nagita Slavina. Bahkan, beberapa waktu lalu, Raffi dan Gigi sempat mempromosikan bisnis restoran yang tengah digeluti Dian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini