Duh! Jo Byeong Gyu Lagi-lagi Dituduh Jadi Tukang Bully saat Sekolah, Ini Kata Agensi

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktor Jo Byeong Gyu lagi-lagi terlibat dalam rumor kekerasan di sekolah. Pada 16 Februari 2021, muncul sebuah postingan di forum online dari seseorang yang mengaku menjadi korban perundungan (bullying) yang pelakunya diduga adalah Jo Byeong Gyu.

Aksi bullying ini katanya dilakukan saat mereka bersama-sama sekolah di Selandia Baru. Korban atau sebut saja ‘A’ membeberkan bagai perilaku mantan kekasih artis Kim Bora itu.

Dalam postingan tersebut, sebut saja ‘A’ menulis, “Untuk belajar bahasa Inggris, saya pergi belajar ke luar negeri sendirian di Selandia Baru pada usia 16 tahun dan tinggal di rumah kos. Saya pergi ke sekolah dengan tenang selama sekitar seminggu. Suatu hari, seorang siswa baru datang ke kelas, dan itu adalah Jo Byeong Gyu. Saya akan meninggalkan kelas ketika kelas selesai, tetapi dia berbicara kepada saya. Bocah pendek dengan rambut diwarnai dan celana berpotongan putus ini tiba-tiba bertengkar denganku. Saya merasa tidak enak badan, jadi saya tidak menanggapi dan pergi begitu saja. Tapi kejadian itu meninggalkan rasa tidak enak di mulut saya.”

A melanjutkan, “Saat makan siang, karena jadwal saya yang campur aduk, saya makan siang sendirian, tetapi dua anak Korea dengan wajah kejam yang belum pernah saya lihat sebelumnya tiba-tiba menyuruh saya untuk mengikuti mereka. Saya berpikir, ‘Apa?’ Dan pergi bersama mereka, dan tiba-tiba saya dikelilingi oleh 30 orang yang memaki saya.

“Saya sangat marah karena saya pergi ke tempat semacam itu yang mengelola siswa Korea yang belajar di luar negeri. Saya memberi tahu manajer di sana apa yang telah terjadi. Orang tua diberitahu dan wanita yang bertanggung jawab atas rumah kos kami juga diberitahu. Jo Byeong Gyu dan saya dibawa untuk berbicara, tetapi dia juga berbicara kasar kepada manajer,” ungkapnya.

“Manajer baru saja memberi tahu kami bahwa jika ini terjadi lagi, dia akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan sekolah, dan menyuruh kami untuk akur. Wanita yang bertanggung jawab atas asrama menghubungi orang tua saya di Korea setelah mengetahui hal ini, dan orang tua saya sangat mengkhawatirkan saya karena saya berada di luar negeri dan sendirian.”

Tak hanya itu, A selanjutnya menuduh bahwa Jo Byeong Gyu telah membuat lelucon cabul, menghina para guru, dan berbicara dengan teman-temannya tentang merokok ganja.

“Kesimpulannya, [Jo Byeong Gyu] tidak menggunakan kekerasan fisik. Yang ada hanya kekerasan verbal. Satu-satunya hal yang saya inginkan dari menulis ini adalah pengakuan bahwa kekerasan di sekolah telah terjadi dan permintaan maaf yang tulus,” katanya.

Sebagai bukti, A menyertakan foto dokumen sekolah dari sekolah Selandia Baru dan tangkapan layar dari pesan A yang telah dipertukarkan dengan seorang teman.

Mennaggapi rumor tersebut, pada 17 Februari, agensi Jo Byeong Gyu, HB Entertainment, merilis pernyataan berikut:

“Halo, ini HB Entertainment.

Ini adalah pernyataan resmi kami tentang rumor jahat dan informasi palsu yang menyebar tentang artis kami, Jo Byeong Gyu.

Kami telah menyelidiki untuk mengambil tindakan hukum terhadap orang yang dengan ceroboh menyebarkan rumor palsu dan komentar jahat tentang Jo Byeong Gyu baru-baru ini di komunitas online. Kami secara resmi meminta penyelidikan polisi atas masalah ini dan dengan demikian penyelidikan atas kasus yang relevan telah dimulai.

Kami tidak akan lagi menahan diri dalam hal perilaku kriminal seperti memproduksi massal dan menyebarkan rumor jahat tentang aktor kami. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kami tidak akan bersikap lunak atau bernegosiasi melainkan mengadvokasi kewajiban hukum yang kuat.

HB Entertainment akan terus melakukan yang terbaik untuk melindungi hak artis kami dalam menanggapi dengan kuat terhadap perilaku ilegal yang mencemarkan nama baik mereka, seperti penyebaran rumor palsu dan komentar jahat.

Terima kasih.”

Diketahui, pada tahun 2018 Jo Byeong Gyu pernah terseret dalam rumor yang sama ketika seseorang yang mengaku sebagai teman sekelas Jo Byeong Gyu di sekolah dasar dan menengah menuduh bahwa aktor tersebut telah menunjukkan contoh perilaku kasar dan menghina teman sekelasnya. Saat itu, Jo Byeong Gyu membantah rumor tersebut dan menyatakan bahwa ia tidak banyak berhubungan dengan teman-teman sekelasnya karena karir aktingnya dan waktunya belajar di luar negeri di Selandia Baru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini