Duh, Film ‘Morbius’ Hujan Kritikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ekspektasi tinggi disematkan pada film ‘Morbius’. Faktanya, film yang dibintangi Jared Leto itu justu panen kritikan.

Kebanyakan kritikus menilai jalan cerita ‘Morbius’ tidak ada yang istimewa. Padahal, saat trailer-nya dirilis, ada harapan cukup tinggi untuk karakter komik Marvel yang pertama kali muncul dalam komik Amazing Spider-Man #101 rilisan 1971.

Berikut adalah beberapa kritikan untuk film ‘Morbius’:

Morbius memiliki sekuel terburuk untuk sebuah film selama bertahun-tahun. Menampilkan kesimpulan yang terasa seperti syuting ulang dan sebelumnya telah saling terkait. Film ini hanya mengarah pada kebingungan karena bahkan Sony tidak tahu apa yang mereka lakukan. (Spencer Perry, ComicBook.com).

Ini adalah produk tanpa rasa hasil dari terlalu banyak rapat dewan, di mana apa pun yang ditawarkan oleh sutradara Daniel Espinosa telah dipangkas ke tingkat ‘konten’ murni. (Clarisse Loughrey, The Independent).

Tidak ada energi yang dapat ditemukan dalam film, bahkan tidak ada percikan api. Orang yang menonton seolah-olah mereka menderita mabuk obat flu. ‘Venom’ juga tidak bagus-bagus amat, tapi tidak membosankan. Morbius mungkin akan membuat kamu tertidur menontonnya. Ini adalah film jelek, divisualkan di ruangan yang tidak dideskripsikan dan laboratorium yang steril. Jika bukan karena beberapa pengambilan gambar dari cakrawala Kota New York, kami sama sekali tidak tahu di mana Morbius berada (Chris Evangelista, Film).

Morbius mengisahkan awal perjalanan Dr. Michael Morbius, seorang dokter dan ilmuwan genius yang kehidupannya berubah drastis setelah menjadi vampir.

Michael Morbius (Jared Leto) sejak kecil mengidap penyakit darah langka yang mengakibatkan dirinya lumpuh dan harus mendapat transfusi darah tiga kali sehari. Diberkati dengan kecerdasan di atas rata-rata, Morbius berhasil menemukan obat untuk penyakitnya hasil dari perpaduan gen manusia dan kelelawar. Sayang, obat tersebut memiliki efek samping yang mengubah Morbius menjadi vampire.

‘Morbius’ dibintangi Jared Leto, Matt Smith, Adria Arjona, Jared Harris, Al Madrigal, hingga Tyrese Gibson. Film ini sudah tayang sejak 30 Maret 2022 di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini