Duh, Chris Brown Diduga Aniaya Wanita di Rumahnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi R&B, Chris Brown kembali tersandung kasus kriminal. Pelantun ‘With You’ ini diduga menganiaya seorang wanita di kediamannya, di Tarzana, Los Angeles, Amerika Serikat.

Dilansir Just Jared, Rabu 23 Juni 2021, penyanyi 32 tahun itu dilaporkan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai korban kekerasan Brown. Peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi, 18 Juni 2021 lalu.

Menurut keterangannya, wanita yang tak diketahui identitasnya itu mengaku diserah fisiknya oleh mantan kekasih Rihanna itu. Ia mengaku dipukul Brown di bagian wajah.

Setelahnya, wanita tersebut melaporkan kasus tersebut ke kepolisian Los Angeles, AS. Pihak kepolisian pun langsung mendatangi kediaman Brown, namun dirinya telah meninggalkan lokasi tersebut.

Meski demikian, polisi setempat sudah membuat laporan atas tudingan itu. Mereka pun mulai menangani kasus tersebut namun belum ada update lebih lanjut mengenai status dan keberadaan Chris Brown.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dirasakan musisi satu ini. Ia dilaporkan ke kepolisian setelah melakukan kekerasan fisik pada mantan kekasihnya Rihanna.

Insiden pada tahun 2009 itu sempat booming. Berbagai barang bukti seperti foto tanda lebam pun semakin memperkuat kesalahan Chris.

Sementara itu, Brown pun sempat mengakui kesalahan dan mengungkap alasan dirinya memukul pelantun ‘Umbrella’ itu. Brown mengatakan dirinya kesal dengan sikap Riri sehingga berujung pada kekerasan fisik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini