Drama ‘Big Mouth’ Udah Tamat, YoonA SNSD ingin Seproyek Lagi dengan Lee Jongsuk

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama baru YoonA SNSD bersama Lee Jongsuk, ‘Big Mouth’, sudah tamat. Baru-baru ini YoonA melakukan wawancara dengan salah satu outlet media Korea.

Ia mengatakan lewat wawancaranya ingin seproyek lagi dengan Lee Jongsuk di masa mendatang.

Mengutip dari Newsen, Im YoonA membicarakan soal chemistrynya saat beradu akting dengan Lee Jongsuk di drama ‘Big Mouth’. Ia mengaku chemistry itu didapatkan dari karena udah saling kenal sejak lama.

“Kita udah saling kenal dari lama. Kita juga saling nanya kabar, tapi ini pertama kalinya kita kerja bareng. Itu terasa baru dan menyenangkan,” katanya.

Seperti yang sudah kita ketahui, Lee Jongsuk berperan sebagai suami dari karakter YoonA. Aktris itu pun mengaku setting pernikahan bukanlah ide yang buruk.

“Dia sosok aktor yang berakting secara mendetail dan berhati-hati. Dia memiliki energi yang baik saat syuting dan emosinya tersampaikan di layar. Aku mikir, ‘Apakah ada alasan mengapa dia jadi sosok yang dipercaya orang-orang buat nonton karyanya,” jelasnya.

YoonA juga mengaku bersyukur pada netizen yang telah memperhatikan chemistrynya dengan Lee Jongsuk. Bahkan banyak penggemar yang memintanya untuk seproyek lagi dengan Lee Jongsuk di masa mendatang dengan genre yang berbeda.

“Banyak yang minta aku buat reunian di proyek romansa-komedi dengannya. Kuharap kalau ada kesempatan di masa depan, kita bisa ketemu lagi di proyek yang sama,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini