Drama ‘Big Mouse’ akan Tayang Perdana pada Juli 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Sebelumnya, drama kriminal-misteri ‘Big Mouse’ telah dikonfirmasi pindah stasiun TV. Kini drama yang dibintangi oleh Lee Jong Suk, YoonA, dan lainnya sudah ada hilal jadwal penayangan perdananya.

Melansir dari Allkpop, drama ini terkonfirmasi akan tayang perdana pada Juli 2022 mendatang melalui stasiun TV nasional Korsel, MBC.

Pada 26 April 2022, MBC mengumumkan bahwa ‘Big Mouse’ akan mengambil alih jadwal setelah ‘Doctor Lawyer’ tamat. ‘Doctor Lawyer’ dijadwalkan akan tayang perdana pada 27 Mei 2022 mendatang.

Rencananya ‘Big Mouse’ akan tayang tiap Jumat dan Sabtu pada musim panas ini. Drama ini juga terkonfirmasi akan ditayangkan melalui layanan streaming Disney+.

Sementara itu, drama ini mengisahkan tentang seorang pengacara yang agak kurang terampil. Hingga suatu hari ia ditugaskan untuk kasus pembunuhan misterius.

Untuk melindungi keluarganya, pengacara harus menjadi penipu terbesar untuk menghadapi korupsi. Lee Jong Suk dan YoonA akan menguji chemistry mereka di ‘Big Mouse’ sebagai pengacara Park Chang Ho dan istrinya yang bernama Go Mi Ho.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini