Doain Gaes, Kevin Feige Tak Tutup Kemungkinan Crossover Marvel dan DC

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Apa jadinya jika Marvel dan DC crossover? Bayangannya pasti akan menciptakan film yang menarik. Bukan mustahil lho hal ini terjadi.

Kevin Feige, presiden Marvel Studios, baru-baru ini mengatakan ada kemungkinan untuk crossover antara Marvel dan DC. Ini bisa menjadi kejutan bagi penggemar salah satu atau kedua waralaba.

Marvel secara konsisten mendorong film-film berkualitas sejak ‘Iron Man’ dirilis pada 2008, sedangkan DC dan Warner Bros. mendekati alam semesta bersama mereka dengan cara yang berbeda.

Kedua perusahaan sukses baru-baru ini, dimana Marvel Studios merilis ‘Black Widow’ pada bulan Juli dan DC/WB merilis ‘The Suicide Squad’ beberapa minggu yang lalu pada 6 Agustus.

Crossover antara dua raksasa industri komik akan menjadi sebuah lompatan besar. Fans ingin melihat semacam hubungan antara keduanya, tetapi akan ada banyak hal yang harus dilakukan agar hal itu terjadi. Marvel Studios telah membangun dunia sinematik mereka sendiri sejak ‘Iron Man’, dan itu telah menjadi penghasil uang besar bagi mereka dan Disney.

Ini terbukti sangat sukses bagi mereka, bahkan memungkinkan mereka untuk meraih kesuksesan lain dengan Disney+. Sementara itu, DC telah membangun semacam jagat sinematik mereka sendiri, memiliki film-film crossover seperti ‘Joker’.

“Begini, jawaban standar saya untuk hal-hal adalah ‘tidak pernah mengatakan tidak pernah.’ Saya tidak pernah berpikir kita akan sejauh ini,” katanya, dikutip dari Screen Rant, Sabtu 21 Agustus 2021.

“James Gunn tidak membicarakan hal itu, dia sedang telibat di dalam ‘Guardians of the Galaxy Vol. 3’, yang akan mulai syuting sebelum akhir tahun ini. Setelah menyelesaikan ‘The Suicide Squad’ yang spektakuler dan mendapat respons baik, dia sedang mempersiapkan ‘Guardians 3’ dengan baik,” ujarnya.

Feige tidak mengungkapkan banyak hal dalam komentarnya itu, tapi setidaknya dia tidak menutup kemungkinan apa pun. Ini juga mendorong bahwa Feige jelas menyadari bahwa penggemar, dan bahkan James Gunn, akan senang melihat hal itu terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tata Kelola Koperasi Desa Semakin Solid Melalui Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Oleh: Satria Putra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tatakelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi barupenguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Program inidirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas aksesmasyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan danevaluasi berkelanjutan menjadi elemen utama yang memastikan koperasimampu berkembang secara sehat, profesional, dan akuntabel.Penguatan tata kelola koperasi desa menjadi bagian dari agenda besartransformasi perkoperasian nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Kementerian Koperasi memandang bahwa keberhasilan pembangunankoperasi tidak cukup hanya bertumpu pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Karena itu, langkah percepatandigitalisasi menjadi pilihan strategis untuk memastikan pengelolaankoperasi berjalan lebih transparan dan efisien.Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Command Center oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai pusat kendali digital yang difokuskan mendukung penyelenggaraan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih. Kehadiran pusat pengawasan ini menandai babak baru tatakelola koperasi nasional yang berbasis data dan teknologi.Ferry menjelaskan bahwa Command Center dibangun sebagai sisteminformasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai data operasionalkoperasi lintas lembaga, termasuk pengelolaan dana bergulir. Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari mandat besartransformasi koperasi nasional agar mampu berkembang lebih kompetitifsekaligus menjawab tuntutan modernisasi ekonomi desa.Digitalisasi, menurut Ferry, bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan instrumen untuk memperkuat kontrol kelembagaan. Melaluisistem ini, pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih cepatdan akurat. Pemerintah dapat menjangkau langsung perkembangankoperasi di berbagai daerah sehingga potensi kendala dapat terdeteksilebih dini.Keunggulan utama Command Center terletak pada kehadiran early warning system yang dirancang untuk mendeteksi persoalan secaracepat. Pendekatan ini memungkinkan langkah korektif dilakukan sebelumpermasalahan berkembang lebih luas. Dengan sistem pencegahan dini, pemerintah memastikan setiap dinamika operasional koperasi dapatdirespons secara terukur dan tepat sasaran.Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadappelaksanaan pelatihan, aktivitas usaha, hingga perkembangankelembagaan koperasi desa. Model pengawasan berbasis data seperti inimemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistemevaluasi yang berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada laporanmanual yang seringkali terlambat.Ferry juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa tidak dapatdilakukan secara parsial. Karena itu, Command Center dirancangterhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasukKementerian Desa, Kejaksaan Agung, serta lembaga pengelola dana bergulir. Integrasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratifpemerintah dalam menciptakan pengawasan menyeluruh.Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan tata kelolakoperasi berjalan sesuai koridor hukum, administrasi, dan prinsipakuntabilitas publik. Pemerintah memahami bahwa koperasi desamemegang peran strategis dalam distribusi layanan ekonomi masyarakat, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara terkoordinasi.Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih,menilai keberadaan Command Center akan menjadi landasan pentingbagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif. Iamenekankan bahwa penguatan infrastruktur digital, keamanan data, dankapasitas sumber daya manusia teknologi informasi menjadi syarat utamaterwujudnya ekosistem koperasi modern.Pandangan Hera memperlihatkan bahwa transformasi koperasi yang dilakukan pemerintah tidak bersifat seremonial. Langkah ini dibangunmelalui fondasi teknis yang matang agar sistem pengawasan berjalanberkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara nyata.Dukungan terhadap pendekatan pengawasan berlapis juga datang dariekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa karakterKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memadukan fungsi komersialdan sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas otoritas sesuaikewenangannya.Menurut Dipo, pengawasan terhadap aktivitas keuangan sepertipenyaluran kredit idealnya berada di bawah otoritas yang memilikikompetensi khusus di sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengawasankelembagaan dan unit usaha tetap relevan berada dalam pembinaanKementerian Koperasi. Pendekatan ini dinilai akan memperkuatakuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkalasebagai instrumen pendukung evaluasi eksternal. Dengan audit...
- Advertisement -

Baca berita yang ini