MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru – baru ini, aktorsekaligus pembawa acara, Indra Bruggman melalui akuninstagram nya memberikan konfirmasi terkait dirinya yang menderita Hipertiroid.
Kondisi itu membuat berat badannya turun secara drastis. Takhanya itu, Indra juga sering merasa kelelahan, badan gemetar, hingga jantung berdegup lebih kencang dari biasanya.
Mengenal Apa itu Hipertiroid?
Dilansir dari KumparanSains.com, Kondisi yang dialami Indra, hipertiroid, merupakan kondisi kelainan atau penyakit tiroid, tepatnya pada kelenjar tiroid. Pada kondisi hipertiroid, hormontiroid diproduksi dalam jumlah besar melebihi batas normal.
Perlu diketahui kelenjar tiroid menjadi salah satu kelenjar yang ada di dalam tubuh. Letaknya ada di leher bagian depan denganbentuk seperti kupu-kupu yang ada di sebelah kiri dan kananleher.
Kelenjar itu berperan dalam memproduksi hormontiroid–tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Saat terjadihipertiroid, kadar kedua hormon itu akan meningkat di dalamdarah.
Hormon tiroid mempunyai peranan dalam mengaturmetabolisme tubuh, menurunkan detak jantung, dan ikutmengatur suhu tubuh. Selain itu, hormon itu berfungsi dalammengatur otot dalam berkontraksi, mempengaruhiperkembangan otak, serta membantu regenerasi kulit.
Selain itu, gejala – gejala Hipertiroid juga beragam yaitu sebagaiberikut :
Gejala yang ditimbulkan oleh hipertiroidisme terjadi akibatmetabolisme tubuh berlangsung lebih cepat. Gejala ini dapatdirasakan secara perlahan maupun mendadak. Gejala yang muncul antara lain:
1. Jantung berdebar
2. Tremor atau gemetar di bagian tangan
3. Mudah merasa gerah dan berkeringat (hiperhidrosis)
4. Gelisah
5. Mudah marah
6. Berat badan turun drastis
7. Sulit tidur
8. Konsentrasi menurun
9. Diare
10. Penglihatan kabur
11. Rambut rontok
12. Gangguan menstruasi pada wanita
Penyakit Hipertiroid ini juga mempengaruhi faktor risiko, seperti :
1. Jenis kelamin
Melansir Healthline, wanita lebih berisiko mengalamihipertiroid daripada laki-laki. Para ahli percaya hal ini mungkinberkaitan dengan hormon.
2. Kehamilan
Kehamilan dapat merangsang hipertiroid pada beberapa orang yang kemudian menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin.
3. Usia
Individu di atas 60 tahun lebih berisiko mengalamihipertiroidisme.
4. Genetik
Individu dengan riwayat keluarga hipertiroid lebih mungkinmengalami penyakit tersebut, terutama jika dibarengi dengankonsumsi yodium yang berlebihan.
5. Memiliki kondisi kesehatan lain
Individu yang menderita diabetes tipe 1, insufisiensi adrenal primer, atau anemia pernisiosa dianggap lebih berisikomengalami hipertiroid.
Reporter : Adinda Catelina Fadjrin