Diungkit di Sidang Perceraian, Angga Wijaya Bakal Kembalikan Barang Berharga Pemberian Dewi Perssik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat digelar sidang perceraian, pengacara Dewi Perssik mengungkit barang-barang berharga yang diberikan kliennya kepada Angga Wijaya. Angga siap mengembalikan barang-barang tersebut.

Setelah memutuskan keluar dari rumah, Angga membawa barang-barang pemberian Dewi Perssik, seperti sepatu, jaket, dan jam tangan. Angga membawa barang-barang tersebut karena memiliki kenangan dengan wanita yang akrab disapa Depe.

Tapi, keputusan Angga membawa barang-barang tersebut diungkit di pengadilan cerai. Dia menegaskan, siap mengembalikan barang-barang tersebut.

“Ada beberapa pemberian beliau saya anggap kenang-kenangan. Tapi kalau Eneng (Dewi Perssik) minta kembalikan, enggak apa-apa saya kembalikan,” kata Angga.

Saat sidang cerai Dewi Perssik dan Angga Wijaya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 11 Juli lalu, pengacara Depe, Sandy Arifin mempertanyakan tindakan Angga yang membawa barang-barang pemberian Dewi Perssik.

“Untuk membahas mengenai barang-barang itu saya hanya menyampaikan bahwa bilamana nanti sudah selesai proses ini, kami mau mempertanyakan soal barang-barang itu,” kata Sandy Arifin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini